Sosok ibu sangat sangat berharga dan berjasa dalam kehidupan kita. Namun, pernahkah kalian jauh dengan ibu dan dalam 1 tahun hanya berbicara dapat dihitung dengan jari saja? Mungkin sebagian dari kalian pernah merasakannya, tapi bagaimana dengan yang sebagian lagi dari kalian, apakah mereka sanggup dengan hal demikian?

Nah, seperti itulah yang ku rasakan saat dirantauan ini, hanya teleponan beberapa kali saja dalam setahun, setiap kali ingin berbicara selalu saja ada alasannya. Ibuku memang pendiam, baper-an orangnya, mungkin hal ini yang membuat ibu terlihat cuek dan tak mau telfonan denganku.

Ketika aku melihat temanku telfonan dengan ibunya, sungguh bahagia rasanya. Namun, aku hanya bisa mendengar dan tersenyum melihatnya. Terkadang timbul rasa iri dalam diriku saat melihat hal itu dan membuat rasa rinduku pada ibu semakin memuncak, sepi rasanya tanpa kasih sayang dari ibu.

Terlintas di benakku apakah ibu rindu padaku atau ia tak sayang padaku. Sungguh sulitnya hidup tanpa dekapan ibu, memang anak tak selamanya bersama dengan ibu. Tapi terkadang aku berpikir bahwa ibu bersikap demikian karena ibu tak sanggup menahan air mata dan rasa rindunya kepadaku.

Aku yakin semua ibu jika berada jauh dari anaknya tentu akan sangat merasa kehilangan. Aku juga yakin, ibu menyimpan rindunya yang sangaaat luar biasa untukku dan ia sangat sangat menyanyangiku, karena cinta ibu bukan cinta biasa tapi cinta ibu sepanjang masa.