Hai, apa kabar?
Apa kamu baik-baik saja?
Selamat ulang tahun, ya!

Bahkan hanya sekedar mengucapkan sebuah doa di hari kelahiranmu pun aku tak mampu untuk mengungkapkannya secara langsung. Karena kini telah ada jarak yang mungkin semakin lama akan membuat kita menjadi amat teramat jauh.

Kini aku pun tak berani mengganggumu, bahkan hanya sekedar say hallo lewat suara telepon atau sebuah pesan pun aku tak sanggup.

Sebenarnya aku tak ingin memutus tali silaturahmi kita, tapi aku pun tak ingin mengganggu hubungan mu. Biar bagaimanapun dulu kita pernah menggoreskan tinta pada sebuah kertas yang sama, dan aku hanya ingin menjaga perasaan kekasihmu yang sekarang. Aku tak ingin dia cemburu karena aku.

Aku paham mungkin Nama ku tidak ada lagi dalam do'a mu, tapi ketahuilah bahwa nama mu masih ada dalam setiap bait do'a ku kepada Sang Pemilik Hati, dan hari ini ijin kan aku untuk mengungkapkan do'a di hari kelahiran mu:

Advertisement

"Ya Allah, ya Rabb..
di mana pun dia kini,
bersama siapapun dia,
hamba mohon: Ya Allah, jaga dia.
Jika dia dalam keadaan sakit maka sehatkanlah dia,
jika rejeki untuknya jauh maka dekatkanlah rezekinya,
jika dia berada pada jalan yang salah maka luruskanlah jalannya,
jika dia memiliki banyak dosa maka ampunilah ia,
jika dia sedang sendiri maka temanilah ia,
jika dia sedang dalam masalah maka bantulah ia.

Ya Allah, hamba mohon jangan pernah tinggalkan dia dalam keadaan apapun itu,
karena sesungguhnya kami bukan apa-apa tanpa-Mu. Amin.

Aku titipkan dia kepada-Mu, Ya Allah. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.