Terbawa kenangan akan kebahagiaan yang seakan datang seiring fajar yang merekah. Kita berteman, saling berkenalan, sebagian dari kita memilih menjadi teman baik, sahabat, dan sebagian lain yang beruntung, jatuh cinta.

Arus deras ombak yang di hembuskan pada bibir-bibir pantai seakan menggambarkan naik dan turunnya perjalanan emosi dan kehidupan, membawa tangis dan tawa, marah, kecewa dan luka. Tapi juga rasa bangga, hangat, kegembiraan, dan haru. Tugas-tugas, pekerjaan, waktu, dan takdir telah membawa kita berdekatan untuk sementara.

Perasaan bosan, kesal dan biasa saja kepada mereka, bahkan sering hinggap. Karena kamu tidak tahu, karena kamu merasa agar selamanya kalian masih akan selalu seperti ini, dekat.

Tapi saat senja mulai datang, membawakan untukmu juga sebuah perpisahan. Entah apakah kamu sadari jika satu persatu dari pertemanan, persahabatan dan cinta akan di uji.

Kalian mulai dijauhkan dengan persoalan dan perdebatan yang sulit untuk dipungkiri, jarak yang semakin jauh, tingginya tanggung jawab, kesibukan, kehadiran orang baru agar kamu membagi waktu, dan ego.

Advertisement

Terkadang perpisahan berjalan lambat, hingga kalian bisa berpelukan sebelum mulai menjauh, kalian masih saling melambaikan tangan hingga kamu siap untuk mengejar mimpi mu ke arah yang berbeda.

Tapi ada yang berlangsung sangat cepat, dia pergi berlari, atau kamu yang asik sendiri, sebelum ada sempat ucapan berpisah dan menghilang begitu saja.

Di saat hanya jejak kakinya yang tertinggal, menjauh pergi, dan dia tidak terlihat lagi.
Kamu mulai tertegun, melihat matahari di ufuk barat.

Perasaan sakit, rindu dan kehilangan tetap akan ada di keduanya. Dalamnya jejak kaki yang terbenam seperti kamu melihat seberapa dalam mereka telah meninggalkan kesan dan ingatan untukmu, untuk di simpan.

Ada waktunya juga kamu akan meninggalkan tempat ini, kamu akan berlayar, berlari, terbang, dan terjatuh untuk mengejar mimpimu.

Tidak seperti jejak yang akan di hapuskan pasang pada setiap malamnya, semua yang pernah singgah di hatimu akan selalu ada bersama dengan memori yang kalian lakukan bersama. Kamu yang berhak menyimpannya, untuk dijadikan kenangan, pelajaran, dan kekuatan.

Melihat langkah kaki seseorang yang seakan menjauh pergi, akan membawamu pergi pada kenangan.

Inilah yang perlu kamu sadari, kamu berhak untuk menyimpan kenangan itu, hanya ingatlah tidak untuk membukanya lagi apalagi dipandangi setiap hari, diratapi, ataupun kamu sesali. Simpanlah semua di dalam perjalanan hidupmu. Bersyukurlah akan adanya pertemuan dan perpisahan itu.

Sampai kalian bertemu, di fajar atau senja pada suatu hari nanti.
Atau dengan suatu janji yang terlupa, kalian akan melangkahkan kaki, berjuang untuk bertemu kembali ke pantai yang sama.

"Izinkan aku pergi dulu, yang berubah hanya tak lagi kau milikku … "