Hai kalian, sahabatku yang selalu kurindukan! Aku merindukan kebersamaan kita dahulu, apa kalian sudah lupa? Selalu ada moment kebersamaan yang kita abadikan dalam sekedar foto selfie. Kalian ingat, awal kita saling kenal, hingga kita putuskan untuk menyebut "ke-kita-an" kita sebagai "sahabat"

Betapa seringnya kita melakukan hal bersama. Mulai dari main bareng, makan, kegiatan di kampus dan banyak sekali. Karena kebersamaan kita tak pernah absen dari keberadaan kita, ada aku ada kalian dan ada kalian pasti juga ada aku.

Hingga suatu saat kalian memilih melangkah sendiri-sendiri meninggalkan "ke-kita-an" yang kita selalu sebut "sahabat". Aku tidak menyangka perhatian dari "sahabatku cowok" membuat "sahabatku cewek" berharap lebih. Dan sebagai penengah, aku selalu menasehati "sahabatku cewek" untuk tidak menyukai "sahabatku cowok", karena aku tidak ingin persahabatan kita hancur dengan alasan "perasaan".

Tetapi aku juga tidak memiliki hak untuk melarangnya. Aku tau perasaan itu datang karena ke-nyamanan. Aku tahu sahabat, kau berharap memilikinya, tapi tahukah kamu akibatnya? Kamu terluka karena dia hanya menganggap kamu sebagai sahabat dan tak lebih. Aku tidak menyalahkanmu dan menyalahkannya.

Aku bingung sahabat aku harus kemana ketika kalian memilih melangkah ke jalan yang berbeda. Tak mungkin aku hanya mengikuti salah satu dari kalian, tapi semua telah terjadi aku lebih baik memilih berdiam di tengah tanpa mengikuti salah satu dari kalian, mungkin itu akan lebih adil buat kalian.

Advertisement

Untuk kalian sahabatku, semoga kalian selalu dalam keadaan baik. Aku senang ketika melihat kalian sudah bersama dengan teman-teman baru kalian. Teruntuk "sahabatku cewek", jangan mudah terbawa perasaan, jangan mudah terbawa perhatian, karena tak semua perhatian akan bertitik pada perasaan cinta. Dan untuk "sahabatku cowok", berilah perhatian yang sekedarnya untuk sahabatmu kelak.

Aku disini akan selalu mengingat kebersamaan kita dan berharap suatu saat akan terulang kembali.