Jalan hidup setiap orang sudah berbeda. Semua sudah digariskan oleh Tuhan. Jika memang Tuhan berkehendak untuk sementara kita dipisahkan oleh jarak mengapa kita harus takut?

Jarak memang hadir terbentang diantara kita. Antar kota bahkan antar negara. Terkadang perbedaan waktu pun membuat kita bingung dan berpikir entah apa yang bisa kita lakukan. Tapi selalu ada cara yang bisa kita ciptakan sendiri hanya untuk sekedar melepas rindu yang terasa menyesakan dada.

Adalah saat terbahagia bagiku ketika mentari pagi menyapa dan saat itu pula kamu hadir menyapa diriku sembari memberikan semangat untuk memulai hari baru. Sekalipun lewat chat sederhana ataupun skype, itu sudah lebih dari cukup bagiku.

Memang terasa berat bagi kita untuk menerima keadaan bahwa kita harus terpisah oleh jarak setelah sekian lama kita bersama.

Anganku terbang bersama sejuta kenangan manis, pahit, suka, dan duka yang pernah kita lewati bersama. Mengingat kembali semua tempat yang pernah menjadi saksi bisu untuk setiap kenangan yang tercipta diantara kita.

Advertisement

Berada dalam dekapanmu ketika aku berada di titik terendahku, menangisi setiap permasalahan yang aku hadapi di bahumu, mencurahkan semua unek – unekku yang kadang membuatmu bingung karena betapa berbelit – belitnya kisah yang aku ceritakan, berbagi tawa ketika kamu mulai melakukan tingkah konyolmu yang lucu, bahkan ketika aku sakitpun kamu selalu menyempatkan diri disela – sela jam sibukmu untuk sekedar mengingatkanku untuk minum obat. Terkadang hal – hal kecil seperti itulah yang aku rindukan.

Aku disini dengan segudang aktifitasku dan kamu disana dengan segudang tanggung jawabmu. Saat malam tiba adalah saat yang paling kita nanti – nantikan. Sekalipun kadang semua aktifitas kita seharian membuat kita lelah, bisa saling menatap wajah satu sama lain lewat skype saja sudah membuat semua keletihan yang ada sirnah seketika.

Namun, seperti apa kata pepatah "Tak ada gading yang tak retak" begitu pula dengan hubungan kita. Ada saat dimana masalah datang menghampiri, membuat salah satu dari kita terbakar api cemburu dan kegelisahan. Kesibukan yang terlalu menyita waktu terkadang membuat kita sulit untuk saling berkomunikasi. Bahkan terkadang signal dan koneksi yang tak stabil membuat kesalahpahaman turut mengambil andil dalam benak kita.

Pikiran kita pun tak dapat dielakan melayang, Apakah dia masih mencintaiku? Apakah dia baik – baik saja disana? Siapa yang sedang bersamanya sekarang? Mungkinkah ada wanita atau pria lain yang sedang bersamanya saat ini?

Disaat pikiran kita mulai berkelana, hati kecil kita berbisik. Ia kembali mengingatkan kita pada keputusan kita dulu untuk bersama.

Disaat jarak boleh memisahkan, jangan biarkan ego dan ketidakpercayaan membuatnya semakin jauh terpisah lagi.

Akan selalu ada jalan yang kita temui untuk mengalahkan ego dan ketidakpercayaan kita. Dan itulah yang membuat kita semakin kuat. Semakin tak tergoyahkan.

Aku mencintai dirimu tanpa memperdulikan kelebihan dan kekuranganmu. Setiap kelebihanmu menutupi kelemahanku. Begitu pula dengan kelebihanku yang hadir melengkapi kelemahanmu.

Aku dan kamu sekarang memang tak bisa seperti pasangan lain yang bisa menghabiskan waktu bersama. Setiap waktu luang yang tersedia, walaupun semenit, terasa begitu berharga bagi kita.

Mungkin saat ini kita terpisah karena tuntutan masa depan yang berbeda. Namun, percayalah akan ada saatnya dimana semuanya akan indah pada waktu yang sudah Tuhan tentukan. Dan lewat masa depan, Tuhan selalu punya cara tersendiri untuk menyatukan kita seperti sedia kala dan takkan terpisahkan lagi.

PERCAYALAH.