Pakai jaket!

Jangan lupa makan siangmu!

Jangan pulang terlalu larut.

Hati-hati dijalan ya…

Tidakkah kamu hafal dengan kata-kata tersebut? Entah bagaimana, ketika kau beranjak dewasa, bunda tidak pernah lelah untuk mengatakan hal yang sama bahkan secara berulang-ulang. Baginya, hal itu bukanlah alarm yang ia pasang secara otomatis setiap harinya. Tapi selalu ada kekhawatiran baru yang tak mampu ia atasi ketika kamu hendak meninggalkan rumah.

Baginya, ia lebih rela melihatmu pergi dengan wajah bosan karena omelannya daripada ia berhenti untuk mengingatkanmu hal yang sama yang setiap hari kamu dengar.

Ia rela bangun 1 jam lebih pagi hanya untuk menyiapkan sarapan pagi untukmu, tapi seberapa sering kamu membawakan makanan kesukaannya ketika kamu pulang? Bahkan ia tak pernah memintamu untuk melakukan hal-hal tersebut. Dan kamu, kamu terkadang lebih tertarik untuk makan diluar bersama teman-temanmu, namun kelak kamu akan mengatakan, Rindu makan masakan bunda.

Bunda selalu menunggumu pulang sore hari bahkan dengan rindunya yang tak terungkap. Apa yang ia lakukan ketika melihatmu kembali? Ia akan menyiapkan air untukmu mandi, memberesi bawaanmu dan menyiapkan makan untukmu bersamaan dengan segudang pertanyaan yang ia lontarkan kepadamu. Tanpa kamu sadari, ini adalah hal yang menunjukkan bahwa ia merindukanmu sepanjang hari ini.

Advertisement

Ia melakukan banyak hal hari ini tapi tak sekalipun terlihat lelah didepanmu, itu karena kamulah kebahagiannya. Hanya kamu yang mampu membuatnya tersenyum dari lelahnya tanpa kamu melakukan suatu apapun. Karena hanya kamulah alasan mengapa ia bisa hidup setangguh ini.

Bunda, berhentilah mengkhawatirkan banyak hal ketika kami tumbuh dewasa.

Berhentilah merepotkan dirimu setiap harinya untuk melakukan hal-hal yang mulai bisa kami lakukan. Duduklah dengan manis dan lihatlah bagaimana kami akan bekerja untuk sedikit memberi cahaya dunia yang mempercantik dirimu dihadapan orang lain, agar mereka tahu bahwa engkaulah malaikat indah yang kami miliki.

Dan tersenyumlah selalu bunda,

Agar kami kuat dan setangguh dirimu yang tak pernah mengenal lelah.

Tak peduli seberapa sering aku mengabaikanmu, engkau tetap menjadi perbincangan utama dalam alunan doaku. Suatu saat, banggalah padaku bukan karena aku memiliki banyak harta tapi banggalah padaku karena aku bisa melakukan banyak hal dengan baik seperti dirimu. Aku, kelak akan mengatakan bahwa aku ini putrimu sehingga dunia bisa melihat bahwa putrimu memiliki malaikat yang berhati indah.