Hai, sudah berapa lama kita dalam kondisi seperti ini, aku mulai resah dalam penantianku. Tahukah kamu, aku kehilangan rasa optimisku untuk menanti kepastian?

Pernahkah kamu berpikir waktu yang aku lalui tanpa kepastian, bagaimana jengkelnya aku mendengar pertanyaan dari orang-orang tentang kelanjutan ini. Sudah berulang kali aku bertanya untuk mendapat kepastian darimu, tapi tetap jawaban sama yang kamu berikan. Jawaban yang belum memberi perasaan lega untuk diriku.

Aku masih ingat ketika kamu melarang untuk menunda pekerjaan karena “waktu adalah uang”. Tapi sadarkah kamu ? Apa yang kamu lakukan sekarang, membuat aku menyia-nyiakan waktuku hanya menunggu kepastian.

Ingin rasanya aku akhiri dan menyerah dalam penantian ini. Namun aku hanya akan menjadi orang yang egois, mengingat sudah banyak hal yang kita lewati. Aku harap aku masih bisa bersabar lagi dan berharap ini tidak berakhir dengan kekecewaan.