Sama sekali aku tidak pernah membayangkan akan ada kalimat “udah ya, aku gak bisa bertahan kaya gini terus” terucap dari mulut kamu. Bagiku semuanya masih terasa sama, setiap detik yang ku lewati bersama kamu masih terekam jelas seperti baru saja terjadi kemarin.

Untukmu lelaki yang pernah mengisi setiap detik dalam hidupku selama 2 tahun terakhir. Mungkin bagimu aku membosankan, aku yang tidak pernah memperhatikan penampilanku untuk terlihat cantik di depanmu.

Tapi tahukah kamu? Di balik acuhku akan penampilan, aku selalu berusaha membuatmu menarik dan menawan di mata setiap wanita yang kau temui demi menunjukkan betapa beruntungnya aku yang terlalu sederhana ini mendapat lelaki mempesona seperti dirimu.

Untukmu lelaki yang pernah menemani setiap hela nafasku selama 2 tahun terakhir. Mungkin bagimu aku bawel, terlalu bawel untuk didengarkan.Tapi, apakah kamu tahu? Di balik bawelku, aku curahkan semua perhatianku kepadamu hingga kamu mendapatkan yang terbaik dalam hidupmu. Memanjakanmu, lelaki yang paling berharga dalam hidupku.

Untukmu lelaki yang pernah menghiasi wajahku dengan tawa selama 2 tahun terakhir. Aku belajar banyak hal sejak mengenal dirimu. Aku belajar bagaimana caranya membuka hati yang terlanjur tertutup rapat. Berkatmu aku belajar apa arti sebuah kesabaran, belajar seni untuk menunggu, dan belajar bagaimana cara merelakan.

Advertisement

Darimu aku belajar apa itu jatuh cinta dan patah hati pada waktu yang bersamaan.

Untukmu lelaki yang pernah menjadikanku ratu di hatimu selama 2 tahun terakhir. Aku menyadari hal yang selalu ku anggap remeh selama ini. Rasa nyaman. Rasa nyaman yang mampu menjauhkan rasa sayang yang terjalin lama. Rasa nyaman yang mampu membuatmu lupa untuk pulang kepada siapa harusnya kamu kembali. Rasa nyaman yang kamu dapat dari wanita lain.

Untukmu lelaki yang pernah menjanjikanku selamanya. Terima kasih telah menjadi guru yang mengajariku apa itu setia yang bahkan tidak mampu kamu terapkan dalam hubungan ini.

Terima kasih telah hadir dalam hidupku dan menjadikan hidupku yang sebelumnya berwana menjadi hitam putih, semu.

Terima kasih telah mengubah rutinitasku yang membosankan menjadi lebih sibuk.

Untukmu lelaki yang pernah menjanjikanku selamanya. Ketika kamu memutuskan untuk bersama dia yang kamu anggap lebih baik, ingatlah satu hal, “Wanita baik-baik tidak akan pernah merebut apapun milik wanita lain seberapapun bernafsunya dia.”

Untukmu lelaki yang pernah menjanjikanku selamanya. Semoga Tuhan memberkati kamu.