Hai perempuan tangguh, bagaimana kabarmu ?

Apakah masih pada suasana hati yang sama ?

Advertisement

Apakah bantal, boneka lucumu dan malam yang kian larut masih menjadi saksi tangisanmu tadi malam yang kamu sembunyikan ?

Apakah kamu masih membenci hujan yang terus mengingatkanmu tentang kenangan ?

Apakah kamu masih menyakiti hatimu sendiri dengan mengingatnya ?

dan apakah kamu masih memikirkan orang yang sama sekali tidak memikirkanmu ?

Dengarkan aku,

Aku juga pernah merasakan hal yang sama sepertimu, menjadi orang yang paling tak diinginkan, dikhianati demi seseorang, dan menjadi pelampiasan bagi orang yang sangat istimewa untukku. Aku juga pernah mengutuk keadaan, menangis sepanjang malam sampai-sampai mataku membengkak dan memerah hanya karena mengingat kenapa aku dahulu membiarkannya memasuki hidupku dengan kata-kata indahnya dan terlena dengan setiap perbuatannya untukku. Lalu apa yang aku dapatkan ?

Nihil.


Tangisanku tidak akan mengubah keadaan dan aku tetap menjadi seseorang yang dicampakkan.


Memang sakit, memupuskan keinginan untuk bersama suatu saat nanti dan membayangkan kenyataan ternyata tidak sesuai yang diinginkan dan yang diperjuangkan seolah-olah tak berarti,

Aku mengerti, kamu telah melewati banyak hal-hal yang indah dengannya. Merasakan asam manisnya cinta di masa pendekatan, merasakan cinta yang semakin bertambah disaat dia mengisi sebagian besar hari-hari mu dikampus, pada organisasi yang sama, UKM yang sama , bahkan pada satu lingkup pertemanan, kejutan indah yang dia berikan ketika kalian memutuskan untuk jadian, pertengkaran-pertengkaran yang membuat hubungan semakin kuat, dan ujung dari pertengkaran yang hebat akhirnya memisahkan kamu dengannya.

Entah apapun itu penyebabnya, yang jelas memutuskan berpisah dengamu pasti karena tidak sejalan lagi. Lalu apa lagi yang kamu harapkan jika dia tak lagi sejalan denganmu ?

Perempuan tangguh, lihatlah disisi lain …

Fikirkan sejenak hatimu yang telah disakiti berkali-kali. JIka kamu tetap pada keadaan yang sama, hari-harimu akan menjadi terus-terusan sendu. Apalagi ketika kamu melihatnya menggandeng seseorang yang baru atau memasang foto perempuan lain pada display picture BBM nya, atau pada instagram nya, dll. Hatimu terlalu berharga untuk di sia-siakan begitu saja sayang

Dia tidak menyukai apa adanya dirimu, menuntutmu berubah mengikuti apa yang diinginkannya dan kadang tidak sesuai dengan nuranimu. Sedangkan ada seseorang di sana yang menyukai apa adanya kamu tanpa menuntut perubahan dari dirimu, selalu mendukungmu disituasi sesulit apapun itu. Dia selalu mendukungmu melakukan aktivitas untukmu mengembangkan diri dan tidak melarangmu mengikuti kegiatan ini itu. Kamu bebas, melakukan hal yang menurutmu itu baik, tanpa ditentang oleh orang yang berarti untukmu.


Bukankah kamu merugi, masih memikirkan seseorang yang sama sekali tidak memikirkanmu ?


Seharusnya kamu bahagia, Allah telah memisahkan kamu dengan seseorang yang kamu cinta untuk seseorang yang terbaik yang akan didatangkan kepadamu. Pernahkah kamu mendengar, "Terkadang Tuhan mengambil apa yang kamu miliki, apa yang kamu genggam, hanya untuk mengosongkan tanganmu untuk sesuatu yang lebiih baik". Pada akhirnya Allah hanya menyisakan orang-orang yang baik, yang mengharapkan kebahagiaanmu .


Bukankah mereka yang harusnya kamu bahagiakan ?


Perempuan tangguh, duniamu belum berakhir. Masih banyak harapan-harapanmu yang menunggumu untuk kamu wujudkan. mulailah melangkah. Tinggalkan yang sudah-sudah. tetapi janganlah lupa memetik sebuah pelajaran untukmu melangkah. Hapuslah air matamu, Hilangkanlah senyum palsumu, lewatilah badai panjangmu. Kelak diujung jalan sana, kamu akan menemukan seseorang yang membuatmu bahagia dan membuatmu terlupa bahwa kamu pernah terluka.

Keep going on. And move on!