Sudah lama rasanya ketika mengenang kali pertama kita menginjakan kaki di atas pasir halus dan debur ombak yang bergemuruh. kala itu langkah kaki kita kian pasti melihat masa depan, jejak demi jejak kaki kita tergambar dalam perbincangan panjang tentang harapan dan janji kita esok hari. Ya,..hari ini tepat 4 tahun sudah ketika kau kecup lembut keningku di tengah matahari yang mulai terbenam. Kau tahu? Jantungku terasa berdegup kencang, seperti merasakan arus yang kuat di tubuhku, entah aku tak mampu menjelaskan perasaan indah saat itu.

Betapa tidak, dulu aku mengenalmu sebagai sahabat yang baik, sahabat yang selalu datang bak pahlawan ketika sedih dan bahagia itu hadir dalam hidupku.Oooh…betapa hari ini aku begitu asyik mengenang memory kebersamaan kita. Kau yang setia dalam sakitku, kau yang tak hilang karena kurangku, kau yang selalu menjaminku agar aku tetap baik-baik saja. Kau tau didekatmu aku seperti selalu memiliki payung yang siap menopangku ketika hujan dan siap meneduhkanku ketika musim panas berkepanjangan.

Suatu ketika aku berfikir adakah orang lain yang memiliki cerita lebih indah dari persahabatan kita?adakah diluar sana sahabat yang baik dan hangat melebihimu? Ketika aku mencoba menjawab tanya, isi otak ini hanyalah wajahmu, pribadimu,ketegasanmu, kasih sayangmu dan banyak hal lain yang tak terelakan. Hari-hari setelah pertanyaan itu datang menggangu pikiranku, ada rasa lain yang ingin ku gapai dari sekedar persahabatan ini.

Aku berusaha menyadari ada rindu bila tak berjumpa, ada cemburu bila kau sejenak berpaling, ada kesal saat kau harus sibuk dengan urusanmu. Dalam hati yang terdalam ini aku akui kau sudah singgah lama di sana, menghiasi hari-hari & bercanda gurau. Aku wanita yang tak paham bagaimana mengungkap rasa ini, rasa takut kehilanganmu. Yaa..tepatnya kehilangan senyum manis itu, tapi apakah kau juga merasakan apa yang aku rasakan? Setidaknya menginginkan aku selalu berada disisimu setiap waktu.

Hmm…sejak aku sadar rasa cinta itu ada, aku berusaha menujukkan kekagumanku padanya, belajar dan berusaha selalu ada untuknya dalam suka dan duka. Aku tak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkan, tapi aku yakin upayaku pasti terasa dan terihat olehnya.

Advertisement

Pada suatu hari ketika, ia mengajaku berlibur ke sebuah pantai nan indah, pantai yang tak akan kulupakan seumur hidupku, yang menjadi saksi kami ketika dia sahabatku, pahlawanku penyemangatku mengucapkan satu kalimat indah dan romantis, "Sayang…Maukah Kau Menikah Denganku?". Ooh.. Tuhan… betapa bahagianya aku saat itu, hingga kini aku masih dapat merasakan dengan jelas kenangan indah itu. Dan kini kami sudah hidup bahagia dalam persahabatan dan cinta yang tulus.

Terimakasih sayang… karenamu hidup ini semakin berwarna.