Aku tahu saat ini kamu sibuk dengan beragam aktivitasmu yang padat itu. Karena kini aku pun juga begitu. Kita sama-sama menjalani mimpi kita masing-masing, membuatnya lebih indah dengan orang-orang baru yang bisa mendukung kita. Namun, tak adakah sejenak rasa rindu di hatimu untuk kita bisa bersama-sama. Tak perlulah satu hari, hanya satu jam saja dalam satu minggu kepadatan rutinitas kita. Satu jam kita kembali mengenang masa-masa indah persahabatan kita. Satu jam kita menertawakan berbagai tingkah konyol kita. Dan satu jam untuk berbicara tentang kita.

Iya hanya mengenai kita. Tanpa perlu ada cerita bagaimana kesuksesanmu ataupun kesuksesanku saat ini. Aku hanya ingin kita berhenti sejenak, melawan arus kesibukan kita dengan kembali mengenang kisah lama. Hei, bukannya aku tidak ikhlas kamu dengan kawan-kawan barumu, atau aku terlalu sulit di lingkungan baru. Aku hanya rindu, rindu dengan semua kenangan yang pernah kita lewati dulu. Memori kenangan kita saling melintas layaknya sebuah film di otakku. Semua hal tentangmu, masih bisa kuingat dengan jelas. Semangatmu yang menggebu kala menceritakan mimpimu, masih bisa kurasakan hingga kini kau sudah mencapai mimpimu.

Sahabatku, mimpi dan tujuan kita memang tak sama. Tapi aku harap langkah kaki kita tetap bisa beriringan., seperti dahulu. Kita sering berbeda pendapat, namun kita bisa melangkah beriringan, menyamakan apa yang kita inginkan. Kali ini pun akan tetap begitu. Kau bisa melangkah meraih mimpimu, begitu pun aku. Namun kita akan tetap kembali ke titik ini, titik kita bersama menjalani persahabatan kita dalam berbagai frame impian kita. Persahabatan kita tidak akan mudah terbenam, apalagi menghilang. Karena semua kenangan kita dan rasa sayang kita akan senantiasa ada di hati terdalam kita. Sukses untukmu sahabatku, sukses untuk kita berdua.