Hari itu kamu memutuskan untuk meninggalkanku, keputusanmu membuat duniaku berotasi tidak normal. Oksigen di sekitarku terasa berkurang hingga saatku menarik nafas terasa sesak di rongga dada. Airmataku tak bisa berhenti membasahi pipi. Aku tak percaya kamu memutuskan hubungan yang telah lama kita rajut dan lebih memilih dia, wanita yang kamu anggap lebih baik dariku.

Satu hari tanpamu, aku merasa tidak yakin akan bisa melalui hari ini dengan normal. Aku ingat saat kamu mengatakan "Kamu akan baik-baik saja tanpa aku". Bukankah itu adalah perkataan yang bodoh. Mana mungkin aku akan baik-baik saja setelah asa yang kugantungkan padamu kau hancurkan berkeping-keping? Bagaimana mungkin aku akan baik-baik saja saat orang yang begitu aku cintai pergi? Bagaimana caraku untuk baik-baik saja saat kekasih barumu merebut semua bahagiaku?

Seminggu, sebulan dan berbulan-bulan akhirnya bisa terlewati tanpamu, nyatanya aku masih bisa bernafas dan tidak mati. aku masih bisa menjalani hari-hariku tanpamu disampingku, meskipun masih sering mengingatmu, masih sering merindukanmu karena begitu banyak kenangan yang telah kita ukir.

Sekarang. aku sudah bisa menghilangkan memori tentangmu, aku juga sudah mulai membiasakan hari-hariku terlewati tanpamu, aku sudah berusaha menghapus namamu dari hatiku. Cerita cinta kita telah berlalu, hanya tinggal keadaan sunyi senyap dalam kesendirianku menghapus bayang. Kini biarkan aku bahagia, aku juga ingin sepertimu berbahagia dengan orang yang mencintaiku dan sama-sama merajut asa.