Di umur yang sudah cukup matang untuk menikah, pastilah banyak yang selalu bertanya-tanya kapan akan menikah, tapi aku akan tetap tersenyum karena selalu ada namamu yang kusebut dalam setiap doaku untuk segera menemui orang tuaku.

Di setiap doa dan sujudku selalu ada namamu, semoga bisik panjang di doaku sampai hatimu supaya engkau berani bertemu dengan kedua orang tuaku.

Jangan hanya berjanji untuk menghalali, tapi juga harus berani untuk segera menghalali.

Jadikan aku makmummu, jadikan aku istrimu dan jadikan aku ibu dari anak-anakmu.

Sampai kapan aku harus menunggumu, menunggu tanpa kepastian dan kejelasan. Menunggu yang tak pernah ada batasnya, menunggu yang tak pernah ada akhirnya.

Advertisement

Bapakku pasti akan menerimamu, jangan pernah takut untuk menemui kedua orang tuaku, pastilah semua orang tua ingin anak-anaknya bahagia dan cepat memberikan cucu. "Kapan kamu akan menemui kedua orang tuaku?", pertanyaan-pertanyaan yang sering kuulang untukmu, karena aku selalu menunggu kepastian darimu!

Jika nanti kamu hanya memberikan harapan tanpa kepastian, jangan salahkan aku jika aku dipilihkan laki-laki lain untuk menjadi imamku. Kamu yang selalu kutunggu dan kusebut dalam setiap doaku, kuharap engkau tau isi hatiku.

Untukmu yang selalu memberi harapan tanpa kepastian untukku, kapan kamu akan menghalaliku, tak kan akan lelah doaku untukmu, tak akan pernah lepas namamu dari doa dan hari-hariku karena kamu seperti pelita untukku, semangatku. Kamu yang selalu ada waktu untukku, tapi kenapa kamu tak pernah ada waktu untuk menemui kedua orang tuaku biar bisa mengubah status kita dari pacaran menjadi halal.

Bukan kah kita juga sudah pantas untuk di panggil papa dan mama?

Kamu, iya kamu sayang, calon imamku, calon papa dari anak-anakku sehat terus ya dan tetap semangat untuk cepat halalin aku. Aku akan selalu setia menunggumu, doaku untukmu juga tak akan pernah lepas.