Ulang tahun adalah salah satu momen yang istimewa bagi setiap insan manusia. Namun apalah daya, jika orang-orang yang terkasih, yang kamu sayangi baik secara sengaja atau tidak melupakan ulang tahun kita. Sejenak, kamu berpikir bahwa kamu adalah orang yang tidak berarti, atau bahkan pantas dilupakan oleh mereka. Namun, apakah benar demikian?

Ayolah kawan, kamu bertambah usia. Dapat diartikan bertambahnya kedewasaanmu. Meski di sekelilingmu kamu melihat oran-orang, terutama teman-temanmu dirayakan ulang tahunnya, di saat tengah malam tepat dengan kejutan kecil yang sangat manis. Kue tart sederhana siap menyambut hari jadimu dan di atasnya terdapat lilin–lilin yang menunjukkan berapa usiamu. Oh, betapa manisnya bukan?

Menyakitkan memang, ketika berpikir bahwa kamu sudah melakukan hal yang terbaik untuk orang lain akan tetapi itu bertepuk sebelah tangan. Bahkan untuk ucapan pertambahan umur yang sangat penting bagimu tidak terdengar di telinga walaupun dengan samar-samar. Ditambah lagi itu keluarga, dan sahabat-sahabat terdekatmu. Seakan-akan kamu benar-benar sendirian di dunia ini. Sendirian. Orang-orang disekitarmu bagaikan tiang-tiang yang hidup. Kamu ingin memaafkan, tapi cukup menyakitkan. Haruskah kamu memaafkan orang yang melupakan dirimu, sedangkan dirimu selalu memperhatikan orang-orang yang kamu sayangi? Kembali lagi pada pilihanmu.

Tidak ada orang di dunia ini jika diperhatikan akan menjadi tidak senang. Sudah menjadi sifat alami manusia untuk selalu ingin diperhatikan. Ketika kesedihan melanda, hatimu akan bergejolak. Apakah dirimu selama ini tidak berarti atau mungkin sifatmu yang kurang disukai? Atau bahkan harus menjadi artis terkenal dulu untuk diberi ucapan ‘selamat ulang tahun ya’.

Apa perlu menanyakan kepada orang yang kamu tuju mengapa dia melupakan momen terpenting dalam hidupmu? Sepertinya tidak. Bisa-bisa memperburuk suasana. Asumsi pertama, bisa saja benar-benar lupa dan tidak enak untuk mengucapkannya di lain hari. Asumsi kedua, bisa jadi kamu bukan seseorang yang sangat berarti baginya. Masuk akal juga, jika seseorang yang menganggapmu berarti akan mengingat atau bahkan menantikan momen terpenting dalam hidupmu jauh – jauh hari. Begitu pula sebaliknya.

Advertisement

Sudahlah, tidak perlu banyak menguras air mata kesedihan di hari ulang tahunmu. Untuk apa? Jadikan pertambahan umurmu menjadi seseorang yang lebih tangguh, lebih ikhlas menerima kenyataan, dan bijak dalam mengambil sikap. Yakinlah, kamu tidak benar-benar sendirian. Masih ada Tuhan yang menemani hamba-hamba-Nya di setiap saat. –