Langkahku tak seringan langkahmu saat kamu memutuskan meniti jalan yang tak lagi sama denganku.Aku tak bisa melangkah dengan bebas dari masa laluku. Akupun tak sanggup untuk sekedar maju beberapa langkah dalam satu waktu. Aku hanya bisa menyeret langkahku perlahan untuk meninggalkan masa laluku yang sungguh begitu istimewa dalam cerita kehidupan yang pernah aku lalui seiring bergulirnya waktu.

Namun aku tak pernah menyerah untuk terus menyeret langkahku untuk kehidupan yang baru yang telah menanti di depanku. Itupun aku lakukan karenamu. Andai saja aku tak melihat dirimu dari masa depanku, maka aku akan hanya stuck, tanpa pernah aku langkahkan kakiku. Karena sungguh begitu terasa berat bagiku melangkahkan kaki tanpamu di hidupku.

Namun, tak hanya langkahku yang terasa begitu berat untuk aku ajak maju. Bahkan hatiku sendiri, tak pernah mau beranjak pergi meninggalkan kamu dan masa lalu kita. Hatiku begitu betah dan terus bertahan untuk tetap berada dan tinggal dengan cinta, kerinduan serta sejuta kenangan akan kamu. Hatiku, cinta dan kerinduan yang aku miliki untukmu seakan saling menjaga untuk tetap terjaga dan tersadar bahwa memang kamulah sang pemiliknya.

Aku sudah mencoba berbagi cara, agar hatiku ini bisa setidaknya beranjak dari kamu. Aku rayu, aku goda, aku rangkul, aku peluk, dan aku coba tawarkan hati dengan sosok selain kamu. Hatiku tak pernah bergeming sedikitpun dengan apa yang aku tawarkan. Bahkan hati yang hanya segumpal daging ini, tak sanggup aku pikul dengan sekuat tenagaku untuk sejenak menggeser perhatiannya akan kamu, tapi lagi, lagi dan lagi, hatiku tak mau.

Akupun mencoba berbicara dengan hatiku ini, berbicara dengan logika bijak yang terangkum dalam sejuta kalimat motivasi yang telah tertanam dalam otakku. Tapi justru lagi lagi, hatiku membantah bahwa logika adalah cerminan kepalsuan dari teori yang tak pernah bisa terungkap kebenarannya secara mutlak. Hatikupun bahkan mengatakan kepadaku…

Advertisement

Aku adalah hatimu, aku yang tahu akan diriku sendiri

Aku tau siapa yang mengisi hatiku

Cinta dan kerinduanlah yang memenuhi diriku

Cinta dan kerinduan ini adalah untuknya

Bukan untuk selain dirinya

Inilah kebenaran mutlak yang tak bisa kau sangkal dengan teorima logika apapun yang kamu kenal.

Camkan itu!

Akhirnya akupun menyadari, kamu yang telah menjadi masa laluku tak pernah sedikitpun menjadi masa lalu di hatiku. Kamu akan selalu di hatiku, dulu, kini dan nanti. Akan aku jaga cinta, kerinduan dan sejuta kenangan yang telah tertanam dalam hati sampai akhirnya akupun mati.