Halo, apa kabarmu? Ku yakin kamu pasti sedang berbahagia disana. Melihat dunia baru di luar dunia kita. Ya, kita memang pernah bersama. Sulit rasanya bila harus ku jelaskan betapa banyak hal-hal indah yang telah kita lewati berdua. Tidak, aku disini bukan untuk itu. Aku disini untuk menguatkan diriku, bahwa aku telah sanggup melepaskanmu, orang yang paling aku cintai.

Perpisahan itu memang sudah muncul jauh-jauh hari

Ya, berkali-kali kamu membuatku kecewa. Namun, pernahkah kau sadar dalam setiap kesalahanmu, aku selalu memilih untuk tetap mencintaimu? Walau aku tahu saat itu sudah saatnya aku untuk melepaskanmu. Namun rasa sayang ini membuatku bertahan dengan pilihanku, itu kamu. Hingga suatu hari aku berbuat kesalahan. Aku mengerti, namun bukankah aku tak mendua? Aku hanya merasa kehilangan perhatian darimu hingga emosi itu tak terbendung lagi dan kata perpisahan itu muncul. Jika kamu memang mencintaiku bukankah kamu akan berusaha membuatku kembali? Aku merobohkan semua gengsiku. Kuminta kau untuk kembali, namun kamu menolak. Ya, mulai saat itu aku sadar, kita memang sudah ditakdirkan untuk berpisah dari jauh-jauh hari dan usahaku mempertahankan hubungan kita hanya untuk melawan takdir untuk tetap bersamamu.

Aku sama sekali tidak menyesal pernah memperjuangkan hubungan ini bersamamu. Aku memang masih sangat mencintaimu, namun aku sadar rasa itu harus aku hilangkan secepat kamu menghempaskan harapanku. Tak ada rasa sesal lagi, tak ada rasa kecewa lagi bila kuingat kesempatan-kesempatan yang pernah ku pertahankan. Tak ada rasa sedih karena kau tinggal pergi. Aku telah melepaskanmu, beserta seluruh kenanganmu. Akan kujalani hidup ini seterusnya dengan senyuman, karena sebelum bersamamu hidupku pun penuh dengan senyuman. Semoga kamu bahagia bersama pilihanmu 🙂