Anggapan tersebut tak sepenuhnya salah, dan memang kenyataannya demikan. Ada pula yang berpedapat, tempat tenang bisa didapat di pegunungan. Sesekali kabut tipis menghias cakrawala dengan udara sejuk mengalir rongga pernapasan. Sebagian pula berpendapat bahwa ketenangan itu adalah pasir putih dan debur ombak lautan. Perpaduan biru langit dengan hijau pepohonan kelapa berjajar di tepian menyejukkan indera mata. Dari pegunungan sampai lautan semua ada di negeri ini. Negeri yang katanya tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Mungkin bila sesekali ada waktu, marilah ikut dengan ku sedikit beranjak dari riuh perkotaan tuk mencari sebuah ketenangan. #IniPlesirku kali ini sedikit berbeda, tidak mengunjungi pegunungan atau lautan, tapi berkunjung ke sebuah waduk di pinggiran Kota Lamongan. Memang Lamongan tak memiliki elok pegunungan atau pasir putih dengan biru lautan yang menawan. Tapi, percayalah … Lamongan banyak menyimpan kesederhanaan juga ketenangan di setiap sudut nya.

Waduk Gondang, begitulah masyarakat menyebutnya. Waduk Gondang terletak di Desa Gondang, Kabupaten Lamongan. Matahari bisa sangat terik menyengat kala siang menggantang di ubun ubun. Kadang bila mendung, matahari bisa sangat jarang ditemui tertutup awan mendung bergradasi abu abu. Tapi cobalah datang ke Waduk Gondang kala pagi hari, disaat matahari masih belum sepenuhnya menampakkan diri. Bangunlah pagi mendahului matahari untuk datang ketempat ini. Suasana pagi akan kau dapati, bersamaan dengan nelayan pencari ikan mendayung sampan perlahan. Dari kejauhan pula, terlihat samar Gunung Penanggunngan berdiri kokoh menghias cakrawala. Matahari yang mulai sedikit demi sedikit meniti ufuk timur, memberi bias cahaya kuning berbalut warna kebiruan langit pagi. “WOOOOOEEE!” Teriak sekumpulan anak kecil yang mulai berlari kegirangan tak sabar mencelupkan badan di sisi timur pinggiran Waduk Gondang. Riang tanpa beban, berlarian, melompat dan … BYAAARRRR!

Muncrat sudah sebagian air ke permukaan. Teriak semangat berenang dalam air Waduk Gondang jelas terdengar di telinga. Sungguh beruntung mereka yang tinggal di daerah sini, masih bisa menyatu dengan lingkungan, bersatu dengan dingin air Waduk Gondang tanpa tercampur aduk pikiran dengan ponsel pintar. Damai bisa melihat mereka senang dan tertawa. Bahagia pula bisa melihat teriak polos dari mulut mereka. Nelayan yang sedari tadi sibuk menjaring harapan, tampak sibuk dengan hasil tangkapan yang tak seberapa. Dengan tenang dan telaten menghitung hasil tangkapan ikan. Ditambah suasana nyaman, tenang dan damai yang makin betah berlama lama di waduk ini. Tak terelakkan, sekalipun tempat ini dipinggir jalan utama tapi nuansa pedesaan dan ketenangan bisa didapatkan. Sungguh keputusan yang sulit bila harus segera pulang dan meninggalkan tempat ini. Tiba tiba… terdengar suara yang memecah keheningan Waduk Gondang ..BRAAAK BRAAAK BRAAAK! Disekitar kuperhatikan tak ada pohon tumbang atau kayu yang dipukulkan. BRAAAK BRAAAK BRAAAK!

Sekali lagi suara berisik yang sangat mengusik. Tak lama kemudian terasa sebuah pukulan pada pundak belakang disertai teriakkan yang memecah pendengaran “WOE TIDUR TERUS, ISTIRAHAT TUH! HAHAHAA” . Ternyata suara yang sedari tadi melingkari adalah suara berisik dan suara suara dari teman teman sekelas. Aaah, ternyata sedari tadi aku pulas tertidur didalam kelas dan itu tadi hanya sebuah mimpi kala aku di Waduk Gondang kala libur kuliah akhir pekan, tepat sebulan lalu. Nampaknya hati mulai rindu dengan Kota Lamongan, kota kecil penuh kekeluargaan dan erat persaudaraan. Melangkah ku berjalan keluar dari kelas yang sedikit berantakan… berjalan setengah sadar melewati tinggi bangunan dan tembok gedung perkuliahan seraya hati berkata “ Lamongan, aku akan kembali datang menjemput kerinduan “ .