Wahai Sang Pemilik Cinta, berdosakah aku jika merindukan dia, pemilik tulang rusuk ini? Merindukan kehadirannya untuk berbagi kasih agar dapat mengukir kisah bersamanya, menyatukan kerinduan yang hampir terkikis habis oleh sisa hidup ini, menapaki tangga-tangga rahmat-Mu bersamanya, pemilik tulang rusuk.

Wahai sang pemilik cinta, bolehkah aku meyebut dia dalam setiap untaian do’aku? Mengiringi namanya bersama butiran air mata pengharapan, dan meluapkan gelora asmara yang menyesakan dada ini, memenuhi sepertiga malam dalam sujud panjangku.

Wahai sang pemilik cinta, persatukan kami dalam ikatan suci agar mampu mentaati ajaran kekasih-Mu, dan menjadikan-Mu satu-satunya tujuan hidup dan mati kami. Jadikanlah dia bagian dari makhluk yang kau cintai, meskipun dia bukan makhluk sesempurna kekasih-Mu. Namun utuslah dia sebagai salah satu para tentara yang masuk dibarisan para mujahid yang mengagungkan-Mu dalam seluruh hidup dan matinya.

Wahai sang pemilik cinta, berkahi dia yang namanya masih menjadi rahasia-Mu sebagai anak yang selalu menghormati dan mendahulukan orangtuanya dari segala urusan pribadinya, mencintai mereka lebih dari mencintai dirinya sendiri. Menjadi imam yang baik dunia dan akhirat, menjadi ayah yang patut menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya, dan menjadi manusia yang mampu bermanfaat untuk makhluk lainnya.

Wahai sang pemilik cinta, jagalah dia yang raganya tengah berjalan menelusuri setiap jengkal petunjuk-Mu dengan jiwa dan hati yang hanya tertuju pada kebesaran-Mu, yang bibirnya tak pernah berhenti menyebut asma-Mu dengan setiap tetes keringat yang terkuras demi meraih pundi-pundi rahmat-Mu, dan menghabiskan waktu terangnya untuk mengamalkan anugerah dari-Mu dengan sepertiga malam yang selalu diperuntukkan hanya untuk-Mu.

Advertisement

Wahai pemilik cinta, aku percaya lelahku dalam penantian panjang ini akan berbuah manisnya pertemuan cinta berbalut bahagia, biarkan aku disini bersembunyi, memperbaiki diri terpenjara janji Illahi, menjauh dari para mata-mata telanjang serigala, yang mampu mencakar kehormatan dan menyisakan kehinaan yang tiada akhir.

Wahai pemilik cinta… Aku titipkan dia, pemilik tulang rusuk ini. Jaga dia dalam naungan ridho, rahman, rahim dan maghfiroh-Mu sampai kami berjumpa, bersatu bersama dalam ikatan suci dan berpisah kembali untuk sebuah pertemuan yang abadi.