Pernah pacaran? Manis diawal, lama-lama garing, trus meninggalkan. Pernah menikah? Manis diawal, indah di foto prawedding, cekcok, selingkuh, cerai.

Kamu sudah berapa kali pacaran? Adakah diantara kamu yang selama hidup, sudah gonta-ganti pacar lebih dari 2? 3 bahkan 4? Atau malah pacar yang serius 2, yang main-main (pele-pele angin-palang angin dalam Bahasa Kupang NTT) ada 3 atau lebih?

Jika kamu pernah punya hubungan pacaran dengan beberapa orang, itu wajar. Kita hidup memang harus mencari yang sepikir, dan yang mampu berkomitmen, punya prinsip, bertanggungjawab, dapat membawa kita ke jalan yang benar, bukan malah jauh dari Tuhan dan setia. Sehingga awal-awal perkenalan semuanya terlihat indah. Bahkan bumi ini seperti milik berdua dan yang lain kontrak. Namun dengan berjalannya waktu, lagi dan lagi harus kandas, karena masing-masing menemukan ketidak cocokan, ataupun muncul keegoan dalam menghadapi masalah yang dihadapi.

Berakhirnya suatu hubungan, wajar dan normal jika kamu merasa sedih tak berujung, sampai-sampai lagu galau pun menjadi lagu favorit sepanjang abad, apalagi kalau-kalau syair lagunya pas dengan apa yang sedang kamu rasakan. Namun dengan berjalannya waktu, Cinta baru pun datang dan pelan-pelan menghapus satu per satu jejak manis dan pahit cinta yang lama.

Entahlah, mungkin karena sudah beberapa kali aku gagal, dan entah berapa banyak kali aku berdoa untuk meminta seseorang yang benar-benar baik, aku meminta yang mampu menerima bawel ku, manjaku, keinginanku, hobby-ku, keadaanku, yang bisa sabar menghadapiku sampai-sampai aku berpikir bahwa mungkin Tuhan telah bosan mendengar permintaanku tentang pasangan hidupku.

Advertisement

Dan tahun ini tahun berkat, tahun yang luar biasa dalam hidupku. Sangat berbeda dengan yang kurasakan dari pasangan-pasanganku yang terdahulu yang sudah berstatus mantanku. Baru kali ini, aku mendapatkan seseorang yang dari awal perkenalan pun biasa saja ketika jadianpun, biasa saja. Tidak seperti sebelumnya yang terasa manis diawal. Kali ini justru biasa saja, namun entahlah, sulit untuk aku jelaskan. Dirimu begitu kuat mengajarkanku untuk berbuat hal-hal baik, hal-hal positif dari awal kubuka mata di pagi hari sampai pada malam hari ketika aku akan menutup mata dalam tidurku. Sehingga semua hal baik itu, akhirnya sudah menjadi sesuatu yang terbiasa kulakukan dalam hidupku, dimulai sejak kamu dekat denganku. Kupertegas: 'Sejak Kamu Dekat Denganku'.

Kamu pun tidak se-romantis para mantanku, namun ajakan doa bersama setiap malam lewat telpon sebelum tidur, membuatku merasa bahwa Kamu memang yang dipersiapkan Dia untukku.

Kamu pun tidak seperti mantanku yang melarang aku melakukan hobby dan kesenanganku. Caramu mengingatkanku, akan pilihan mana yang baik dan benar, mana keinginan mana kebutuhan, mana yang bermanfaat dan yang tidak, cara kamu menjelaskan dengan cara dan kalimat yang sungguh berbeda dengan kalimat 'Jangan Ini, Jangan Itu' dengan nada kasar dan marah yang dulu ku dengar dari mulut para mantan, membuatku berpikir, "Kamu sembunyi dimana saja selama ini?! Dari mana aja kamu?! Kenapa gak dari dulu kamu dekat sama aku?! Kenapa aku harus ketemu mereka, bukan langsung kamu aja?!"

Banyak hal, banyak hal yang membedakan kamu dengan para mantanku, banyak keunggulanmu yang tak mampu ku sebut satu per satu.

Dan sesuatu yang membuat ku yakin bahwa kamu adalah yang terakhir, dan yang benar-benar Dia kirimkan untukku, dan kuyakin kamu adalah jodohku. Ketika di setiap akhir doa kita bersama, kamu selalu menutupnya dengan "Inilah wanita yang selalu kubawakan namanya dalam doa-doaku, jaga hatinya, dalam nama Tuhan, kami telah berdoa". (Hmmmm sejak kapan dia sebut namaku dalam doa nya? Apa sejak aku masih dengan pacarku sebelumnya? Kita kan sudah kenal lama, 3 tahun yang lalu malah)

2016, aku dan kamu, tak ada manis diawal, semuanya biasa saja. Namun kamu satu-satunya yang membuatku berarti, menjadi seorang wanita paling beruntung disetiap helaian nafasku, karena ada kamu, ya kamu. Seorang pria sederhana, yang mendekatiku dengan cara berserah pada Sang Arsitek Hati dan Ahli Hati. Namamu selalu ku-ucapkan dalam doa-doaku. Dan biarlah doa kita menyatu, sehingga Ia melihat kesungguhan asa kita berdua.

Love you…..