Di usia 40+, metabolisme tubuh melambat dan lemak lebih gampang menumpuk. Karena itu, yang lebih dibutuhkan adalah konsistensi, usaha keras, dan sikap realistis agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Berikut 7 prinsip hidup sehat di usia 40-an. Satu hal perlu diingat, lebih baik terlambat ketimbang tidak (berdiet) sama sekali.

1. Menopause = Usia Rawan

Memasuki masa perimenopause adalah usia rawan berat badan melonjak tinggi, karena kerja metabolisme menurun drastis. Karena itu, Anda perlu menaruh perhatian terhadap asupan makanan dan gerak badan saat berada di usia rawan ini. Gantilah makanan yang kaya karbohidrat dan lemak, ganti dengan makanan tinggi serat, seperti sayur dan buah. Saat mengonsumsi makanan berserat tinggi metabolisme tubuh anda mampu menguraikan kalori 30 persen lebih banyak.

 2. Lingkar Pinggang = Kondisi kesehatan

Advertisement

Idealkah tubuh Anda? Coba ukur lingkar pinggang Anda. Bila kurang dari 80 cm, berarti berat badan Anda masih normal. Sebab, jumlah lemak di perut dan pinggang menggambarkan kondisi kesehatan Anda. Mulailah berdiet bila lingkar pinggang Anda memasuki angka 80.

3. Jangan Ngoyo

Bila Anda melakukan diet tanpa pengawasan dokter, maka normalnya dalam sebulan berat badan cukup turun maksimal 2 kg. Bila lebih dari itu, sudah tidak sehat lagi. Bila berdiet di bawah pengawasan dokter, berat badan boleh turun paling banyak 4 kg dalam sebulan.

4. Diet Seimbang

Diet yang paling tepat adalah dengan mengatur asupan makanan, berolahraga teratur, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat agar berat badan tidak mudah naik lagi, dan lakukan aktivitas fisik yang cukup. Diet seperti ini disebut juga dengan moderate diet karena paling aman. Kunci utamanya: hindari makanan kaya gula, mentega, keju, minyak, dan kuning telur. Garam, gula, soda, dan alkohol juga sebaiknya di hindari atau di kurangi semaksimal mungkin. Sebab, selain mengandung banyak kalori, bahan-bahan tersebut lebih mudah menyerap lemak ke dalam tubuh. Ingat, ini bukan sekadar urusan membuat tubuh agar terlihat berlekuk, tapi terutama demi kesehatan anda.

Mulailah dengan mengurangi seperempat porsi makan, hingga mencapai 1500 kkal per harinya. Menjalani diet seperti ini memang tidak bisa instan, melainkan butuh waktu, disiplin, dan kesabaran, agar berat badan tidak mudah naik dan turun seperti yoyo. Diet yoyo bisa berbahaya, karena dapat mengganggu kerja metabolisme. Lantas berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah gaya hidup agar dapat menjalani diet seimbang ini? Jawabannya: 6 hingga 8 minggu.

5. Kurangi Kafein

Bila dulu kopi adalah body booster Anda, sepertinya kini tidak lagi. Bagi tubuh usia 40-an, kafein justru lebih banyak memberi efek negatif. Kafein mengandung zat stimulan bagi sistem saraf pusat, yang setiap hari jumlahnya bertambah sebanyak 98 hingga 174 kalori. Selain itu, bagi wanita usia 40-an, konsumsi kopi yang berlebihan bisa membuat kulit mudah kusam dan rambut tak bercahaya. Kalau tetap ingin rutin mengonsumsi kopi, kurangi porsinya, maksimal 2 cangkir per hari. Tentunya tanpa gula, ya.

6. Olahraga Wajib Hukumnya

Olahraga dan memerhatikan asupan gizi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sebab, lemak tidak akan terbakar sempurna tanpa berolahraga. Setelah usia 40-an tubuh memang berubah: massa otot dan kepadatan tulang berkurang. Mengingat metabolisme tubuh tidak lagi secanggih saat tubuh berusia 20-an, maka porsi olahraga justru harus ditambah.

Namun tak perlu menjadi gym freak, cukup berjalan kaki 30 menit dalam sehari. Latihan itu sudah cukup membantu membakar lemak dalam tubuh. Jika 30 menit setiap hari terasa berat, bisa dikurangi 5 kali seminggu per 30 menit. Olahraga lain yang disarankan adalah jenis low impact, seperti yoga dan pilates seminggu 3 kali selama 45 menit.

7. Berbahagialah!

Kebanyakan wanita stress menghadapi menopause atau pertambahan usia. Perasaan depresi tersebut justru kian mengganggu kerja metabolisme. Tak ada salahnya Anda belajar untuk menikmati anugerah alam ini dengan ikhlas tanpa harus berupaya keras untuk tetap kencang seperti anak gadis.

Selain itu, kebanyakan wanita di usia 40-an biasannya terlalu fokus pada pekerjaan atau rumah tangga, sehingga kerap lupa pada hal-hal yang sesungguhnya bisa membuat Anda tertawa atau tersenyum. Lakukan segala hal yang membuat Anda bahagia. Misalnya, di hari minggu bebaskan rasa bersalah pada gula dengan menyantap es krim bersama anak. Yang terpenting, syukurilah hidup Anda.

KONSULTAN: DR. SAMUEL OETORO MS, SPGK DARI MRCC SILOAM HOSPITAL