Hidup itu menyenangkan. Banyak sekali yang bisa kita lakukan dalam hidup. Mulai dari hal remeh-temeh sampai hal fundamental yang bisa mengubah dunia.

Kita hidup di atas planet yang sama. Bumi mengakomodasi semua kebutuhan makhluk yang tinggal di atasnya. Kita, semua berjalan, bekerja, dan berusaha untuk bahagia di atas dunia ini. Di tengah hingar-bingar kegiatan sesama manusia lainnya yang beragam. Ada yang sudah kita tahu, banyak juga yang tidak kita tahu.

Tentu saja kita tidak akan sempat memetakan kegiatan atau profesi seluruh manusia di dunia ini. Paling tidak, sebuah infograsi di bawah ini bisa membantu memberi gambaran bagaimana 7 Miliar manusia di dunia menghabiskan hari mereka. Dilihat dari latar usia dan profesinya.

Lebih dari sepertiga manusia di dunia ini terlalu muda untuk bisa bekerja.

Tepatnya 1.9 juta manusia di dunia ini berusia mulai dari 0 sampai 15 tahun. Mereka adalah manusia paling muda yang belum masuk kategori produktif. Walau di banyak negara berkembang dan tertinggal yang memperkerjakan anak di bawah umur. Fakta ini lumayan membuat saya terhenyak. Bahwa ternyata rasio orang dewasa dan anak-anak cukup seimbang.

Hampir 2 miliar penduduk dunia bekerja di bidang jasa.

Mungkin kita termasuk dari 1.7 miliar penduduk dunia yang satu ini. Kita yang bekerja untuk orang lain dan menghasilkan produk abstrak. Banyak sekali yang termasuk dalam industri jasa. Nyatanya, memang industri ini paling banyak menyerap tenaga kerja. Mulai dari jasa personal, rumah tangga, korporat, dan termasuk di dalamnya jasa yang sekopnya lebih luas seperti pemerintahan dan sukarela.

Setiap satu orang petani bertanggungjawab memberi makan lima orang.

Advertisement

Ada berapa jumlah petani di dunia? Sekitar 1.4 miliar orang kira-kira. Mereka yang bekerja di bidang agrikultur ini adalah mereka yang punya jasa paling besar untuk kita semua. Ya! Kita semua. Bagaimana tidak? Apa yang kita asup setiap hari, mulai dari sayur, buah, dan tentu saja panganan pokok berasal dari tangan-tangan terampil dan telaten para petani. Jumlah mereka bahkan hanya sekitar 20% dari keseluruhan populasi yang ada di dunia.

800 juta penduduk dunia bekerja di bidang industri.

Ini termasuk mereka yang merakit apa saja yang kita nikmati sehari-hari. Iya, apa saja! Mulai dari celana dalam yang kita kenakan dengan nyaman sampai pesawat yang kita tumpangi untuk plesir ke ujung dunia. Mereka yang bekerja berdampingan dengan mesin, menghasilkan produk nyata yang siap pakai dan sarat manfaat. Mereka yang dengan tulus, hadir dan bekerja untuk memudahkan hidup kita semua.

Di sini peran para lansia. Walau jumlahnya tidak banyak, toh kita semua akan menyentuh titik ini pada nantinya.

Dari 7 miliar penduduk dunia, 577 juta di antaranya adalah para Lansia. Manusia lanjut usia yang sudah hidup selama lebih dari 64 tahun. Mereka yang biasanya sudah menikmati masa-masa pensiun. Tenang dan bahagia bermain bersama cucu-cicit mereka di taman. Dan menyesap teh favorit setiap pagi dan sore. Mereka yang menjalani hidup dengan santai (baca: lamban) di tengah desing mesin yang terus menderu.

Mereka tetap mengumbar senyum, menyatakan bahagia di hari tua.

Lalu sesekali berbagi petuah bijak dan menjadi pengingat kita yang masih berebut menyenggamai dunia.

Siapa sangka? Dunia ini punya 400 juta pengusaha!

Mereka yang memutuskan untuk mandiri, tidak bergantung dengan satu perusahaan adalah mereka yang kreatif dan peka menghadapi hidup. Mereka adalah para pengusaha yang hadir untuk terus berinovasi. Menawarkan produk terbaik untuk kita, para konsumen setia mereka.

Dibandingkan dengan jumlah para pekerja, baik di bidang jasa maupun industri, jumlah pengusaha di dunia ini termasuk sedikit. Jika jumlah pekerja di dunia ini dijumlahkan, 1.7 miliar + 1.4 miliar + 800 juta, artiinya:

Satu orang pengusaha membawahi lebih dari sembilan pekerja!

Sisanya, 430 juta penduduk dunia adalah pengangguran.

Hmmm, apa ya? Gitu deh. Karena saya nggak tahu apa yang Mbak Anna Vitai maksud dengan unemployed di sini. Sebaiknya jangan sotoy kali, ya?

Mungkin angka ini termasuk para fresh grads, yang jumlahnya juga lumayan banyak, para post employee yang tengah merintis usaha, ibu rumah tangga seutuhnya, dan lain-lain. Entahlah.