Terkadang seseorang yang sudah lama mengenal satu sama lain, sadar gak sadar bisa saling melukai hanya dengan candaan yang niatannya untuk sebuah guyonan. Tapi karena atas nama persahabatan, seolah-olah kalimat-kalimat menyayat hati itu adalah hal yang lumrah untuk diucapkan.

A : "Ke mana aja lu? Tumben baru muncul."
B : "Habis dari liburan gue"
A :
"Gileee… Nyolong duit darimana lu?"
B :
"Kampret lu"

Tanpa kamu sadari hati sahabatmu itu tersakiti dengan ucapan guyonanmu, memang dia gak memperlihatkan ekspresi kekecewaannya di depanmu. Tapi percayalah di dalam hatinya dia sedih. Alasan kenapa dia gak memperlihatkan kekecewaannya adalah karena dia menjaga perasaanmu. Bayangkan aja di saat dia tersakiti dengan ucapanmu, dia masih menjaga perasaanmu.

Dia masih dalam kesabaran yang ada batasnya, dia menghargaimu karena dia memaklumi kalau apa yang kamu ucapkan niatnya cuma untuk bercanda, bukan serius. Ya, dia memaklumi atas nama persahabatan. Sedangkan kamu? Yang kamu pikirkan cuma bagaimana membuat suasana nyaman dengan guyonan mu tanpa menyaring kalimat-kalimat yang kamu ucapkan dan tanpa menyakiti orang yang mendengarnya.

A : "Liat deh itu cowok ganteng parah"
B : "Mata lu dijaga! Gat*l banget sih? Ingat lu sudah punya Joko"
A : "Yee kan gue cuma kasih tau lu doang dod*l"

Advertisement

Karena terlalu sering melontarkan kalimat-kalimat frontal akhirnya kalian balas-balasan, di luar memang terlihat bercandaan, tapi gak ada yang tau isi hati kalian satu sama lain. Bisa jadi saling melontarkan kalimat pedas adalah sebuah balasan dengan cara yang halus.

A : "Kemarin gue liat mirip lu deh yang copet di pasar sono."
B: "Gue kemarin di rumah aja kali bro, lagi sakit."
A :
"Halah pake gak mau ngaku lo. Kalau jambret ya jambret aja"

Masih dengan niatan bercanda, tapi jatuhnya malah menuduh teman dengan perlakuan yang gak baik, sudah tau teman sakit bukannya perhatian malah membully. Korban bullying memamg gak berontak di luar tapi ada cara lain yang mereka (korban bully) lakukan, sudah banyak korban-korban bully yang bernasib malang. Jadi, ingat apa yang kamu katakan bisa berpengaruh besar bagi teman mu.

A: "Joko mana? Biasa lu sama Joko"
B:
"Putus"
A: "Hahaha mampus siap-siap aja lu menjomblo gak laku-laku"
B:
"Hati-hati, omongan lu bisa kebalik ke lu sendiri"
A:
"Baperan amat lu, kita kan sahabat jangan di bawa ke hati lah"

Dan akhirnya sahabatmu memaklumi ucapanmu karena persahabatan kalian. Mau kalian itu sahabat, teman, keluarga, atau apalah arti kedekatan kalian, yang namanya membully itu gak diperbolehkan. Apalagi kalau kamu sudah dewasa, harusnya kamu lebih bisa mengatur kata-kata yang baik untuk kamu ucapkan. Bukan kah sebuah persahabatan itu saling membahagiakan satu sama lain dan saling perhatian?

Ada yang bilang seperti ini, "Kalau kamu sudah benar-benar bersahabat dengan teman mu dan saling mengejek dan menghina satu sama lain, itu artinya persahabatan kalian sudah bener-bener solid". Gak ada yang namanya persahabatan saling mengejek apalagi menghina, persahabatan itu ada karna mereka saling mengenal satu sama lain dan ingin berbagi kebahagiaan masing-masing.

Jadi, kalau kamu masih sering atau selalu mengucapkan kata-kata yang membuat sahabat mu tersakiti, STOP! Hargai perasaan temanmu, karena gak ada yang tau bagaimana kamu ke depannya. Bisa jadi kamu bertemu dengan temanmu yang lain dan kamu menjadi bahan bullyan. Sebelum membully posisikan perasaanmu ada di temanmu dan kamu akan mengerti. Mari bersahabat dengan cara yang benar dan saling menghargai perasaan satu sama lain.