Ada saat dimana manusia menyerah dengan cinta. Ada saat dimana manusia lelah mencintai. Saat dimana gelas itu pecah terurai, terpecah oleh rasa sakit dan iba akan diri sendiri. Di saat seperti itu, banyak manusia yang terjatuh sangat dalam, ada juga yang melampiaskan itu dengan kesuksesan karir pribadi. Andai cinta itu garis linier (lurus), banyak orang yang memilih menepi berbelok,dan melupakan cinta walau untuk sejenak.

Namun pada hakikatnya setiap manusia akan jatuh cinta lagi, suka atau tidak suka. Dan masalahnya banyak manusia tidak tahu cara untuk bangkit ataupun mempunyai semangat lagi untuk "bercinta".

Berikut saran-saran sederhana dari pengalaman pribadi saya untuk kamu yang ingin mengejar cinta sejatimu, setelah kamu terjatuh :

1. Logika Sebuah Gelas yang Pecah

Hubungan cinta masa lalu yang berantakan (pecah) sering kali meninggalkan sebuah pernyataan "Aku tidak akan jatuh cinta lagi". Ok,itu ungkapan normal, prinsip dasar psikologi. Lebih baik marah daripada menyerah. Itu juga bagus. Lalu,apa yang bisa kita perbuat kepada gelas yang pecah itu? Apakah memang lebih baik untuk tidak jatuh cinta lagi? Pertama adalah kesadaran diri. Ketika kita gagal dalam cinta, tidak baik untuk langsung pergi mencintai orang lain. Dan benar, ketika saat itu untuk memilih mundur, tapi tidak perlu mundur untuk selamanya.

Advertisement

Ambil benang kusut itu, tarik urut ke belakang dan cari tahu akar kusutnya dimana. Gelas yang pecah karena di isi oleh air (cinta) yang salah atau air (cinta) yang tidak sesuai volume gelas itu, jangan langsung di isi air lagi, diamkan gelas itu. Kalau disisi lagi tentu akan membuat serpihan pecahan kaca lagi, karena ketidaksiapan.

Susun pecahan-pecahan itu, rekatkan kembali dengan cara melakukan hal-hal yang positif dengan orang-orang terdekat. Setelah merekat, jangan di isi air dulu, diamkan lagi. Berkembang dan belajarlah dari kesalahan masa lalu, perbaiki dulu kualitas gelas itu. Urutkan mana saja kesalahanmu tentang memiih dia yang menyakitimu, sebagai keikhlasan untuk mengakui itu sebagai kesalahanmu sendiri.

2. Melawan Rasa Bersalah

Merasa bersalah kepada masa lalu adalah suatu hal yang normal. Manusia selalu butuh sandaran ketika goyah, yaitu dengan menyalahkan sesuatu, seseorang, atau bahkan menyalahkan diri sendiri. Hal itu wajar disaat keadaan putus asa dan tidak tahu arah. Menyalahkan diri sendiri membuat kita terus terpuruk, bahkan melakukan hal-hal yang negatif. Dan point nya adalah kita harus melawan.

Bagaimana caranya? Mencintai diri sendiri. Terkesan geli ya?

Tapi membentuk pola pikir seperti itu bagaikan obat yang mujarab. Merasa bersalah adalah pola pikir yang mengarah ke kebencian pada diri sendiri,kamu harus merubah itu dengan cara mencintai dirimu sendiri.

Manjakan dirimu seperti apa yang kamu mau, lakukan semua hobi yang kami senangi, makan semua makanan yang kamu mau (jangan sampai obesitas loh ya). Menyelam ke dalam diri sendiri, memahami diri sendiri, seharusnya bisa untuk menemukan kenyamanan,percaya diri, dan yang paling penting adalah menemukan kelebihan dari diri sendiri, itu intinya. Terkadang masa lalu yang gagal itu dikarenakan tidak cocoknya satu pribadi dengan yang lainnya dikarenakan berbeda kelebihan.

Orang banyak yang menyebut masalah utama hubungan adalah beda prinsip. Tapi menurut saya itu kurang tepat. Yang ada adalah pasangan ini mempunyai kelebihan satu sama lain yang tidak satu jalan, lebih tepatnya mereka tidak paham akan kelebihan masing-masing. Maka mulai sekarang maafkan dirimu sendiri, kamu tidak salah apa-apa,dia dari masa lalu mu juga tidak bersalah, berbeda tidak harus saling menyalahkan bukan? Ketika kamu menemukan kepercayaan diri itu, kamu tahu apa dan dimana kelebihanmu itu, pasti ada seseorang dengan kelebihannya, dipersiapkan untukmu. Ketika cinta sejatimu itu datang,kelebihan kalian akan bersatu,cocok,dan akan menjadi hebat.

3. Melawan Lupa

Seperti jargon politik ya?

Saya pernah membaca sebuah artikel tentang Insomnia, bahwa sebenarnya itu bukan tentang orang yang sulit tidur, tapi orang yang LUPA untuk tidur. Begitupun dengan patah hati yang sulit meenerima cinta kembali, bahkan sulit menemukan cinta sejatinya. "Kaum" seperti itu bukan tidak tahu cara untuk jatuh cinta lagi, tapi mereka lupa untuk jatuh cinta lagi.

Insomnia bisa diperingan dengan memperbaiki pikiran, isi pikiran dengan kenangan-kenangan indah,hal-hal yang pernah membahagiakan, dengan cara itu pikiran akan terasa ringan dan tenang. Itu juga berlaku untuk patah hati stadium akhir tadi, peringan beban pikiranmu, belajar menyakini masa depan yang lebih baik. Keyakinan itu datang dari hatimu sendiri,seperti nabi Adam yang yakin bertemu dengan Hawa walau harus berjalan mengelilingi dunia.

Hati dan pikiran yang bijak tentang masa lalu yang memberi pelajaran dan tentang masa depan yang membuka berbagai kemungkinan yang baik, akan memberikan ruang untuk berkeyakinan, cinta sejati tidaklah jauh, dia ada, dia dekat, dia menunggumu, untuk ditemukan.