Tulisan ini saya hibahkan kepada pembaca yang budiman (bukan bernama Budi atau Iman). Mungkin, juga kepada mereka-mereka yang selalu menganggap bahwa cinta tidak selalu tentang memiliki yang bukan miliknya, atau mencintai yang bukan cintanya dan lalu, patah hati yang tidak sesuai tempat dan waktunya. Ketika berbahagia, seseorang akan sulit mengenali dirinya, apalagi orang terdekatnya. Iya kan? saya baru saja membaca buku kumpulan puisi-prosa berjudul Telapak Tangan dan Jatuh Cinta karya salah satu mahasiswa sastra yang menjalin cinta di Makassar, Wahyu Gandi G

Kumpulan puisi-prosa itu secara gamang menyentil kuping para kawan-kawan yang sengaja-tidak sengaja menutup telinga dari teriakan "kau lupa saat kau bahagia", menyinggung mereka-mereka yang mengratiskan telapak tangannya dengan alibi-alibi karena pertemanan (yang ujung-ujungnya bercita rasa perasaan ingin menggenggam terus), pun mereka-mereka yang selalu lupa jatuh cinta terkadang membuat yang menjalaninya lupa jalan untuk kembali ke rumah, rumah di mana menjadi tempat pertama belajar dan mengenal cinta.

Mengutip beberapa istilah teman-teman di kampus sastra dan website kreatif anak muda Makassar

Melankolis

/me.lan.ko.lis/ (a): dl keadaan pembawaan lamban, pendiam, murung, sayu; sedih; muram: raut wajahnya yg — itu membuat orang iba kepadanya

Advertisement

Mereka yang selalu dituduh dengan kata ini, yang sabar ya! biasanya melankolis melekat pada mereka yang selalu hebat menciptakan sesuatu atas dasar perasaannya, dan biasanya orang yang menuduh seseorang melankolis adalah mereka-mereka yang menganggap kalian (melankolist) cengeng, manja oleh perasaan, sok kuat diputuskan, ataupun lemah mengungkapkan perasaan kepada perempuan yang sebenarnya juga mencintai kita.

Tak ada yang salah jika berfikir melankolis atau bertingkah laku seperti itu, jika terjadi di tempat yang tepat (Sebut saja perempuan yang juga mencintaimu), maka kau akan mendapat pujian romantis! kalau salah, biasanya kau akan di cap tuna asmara atau gombal!

Berahi

/be·ra·hi/ (n.): Perasaan cinta kasih antara dua orang yang berlainan jenis kelamin.

Bagi yang punya pacar, hubungan kalian sangat tergantung dengan kata ini. Karena, jika ada yang berhasil mengubahnya menjadi “perasaan cinta kasih antara dua orang atau lebih yang berlainan jenis kelamin.” Maka orang ketiga punya peluang untuk masuk dalam hubungan kalian. Waspadalah!

Asmara

/as·ma·ra/ (n.): Perasaan senang kepada lawan jenis.

Hanya senang, bukan bahagia apalagi cinta. Jangan terlalu percaya diri ketika ada lawan jenismu yang menganggap kisah asmara kalian berdua sungguh spesial (mungkin mereka yang berkata demikian ingin juga merasakan tapi lidahnya telah mati rasa). Karena, mungkin saja dia hanya senang. Senang kalau kamu belikan dia buku, jam tangan, traktir nonton, dan hal-hal yang membuatnya bahagia.

Renjana

/ren·ja·na/ (n.): Rasa hati yang kuat akan rindu, cinta kasih, dan berahi.

Cinta jenis ini biasanya terasa menyakitkan (bukan meyakinkan ya!). Kamu merindukan seseorang yang kau cintai, tapi penuh cinta merindukan orang lain! bayangkan saja, bisa?. Rasanya hati yang kuat tidak cukup membuat seseorang yang kamu cintai bisa setia. Apa lagi kalau sudah berhadapan dengan jarak, jauh, raga dan tidak ada.

Renjana pun kadang masih bersifat absurt di fikiran mereka-merek yang tengah di mabuk asmara, karena selepas mabuk, ia pun lupa apa yang ia alami sewaktu me-renjakan diri atau direnjakan oleh seseorang!

Hasrat

/has·rat/ (n.): Keinginan kuat – tentang kerinduan.

Pepatah lawas menyatakan kalau yang menggebu-gebu itu cepat memudar. Maka perhatikanlah dengan seksama tanda-tanda alam. Kalau angin kencang disertai penampakan wajah mantan, berdoalah agar anginnya cepat kabur dan bayangan mantan pudar. Kasihan mantan kamu kalau terus diingat, padahal dia sudah tersiksa dengan orang brengseknya.

Kama

/ka·ma/ (Skt)(n.): Nafsu keduniawian.

Jujur, saya juga baru menemukan istilah ini, ketika membaca tulisan teman saya di salah satu website keren di Makassar. Kama (mungkin yang termaksud kan adalah kamar?) tempat menabung benih-bening cinta, menjadi cinta yang tak lagi abstrak.

Cinta jenis ini banyak ditemukan dalam hati para tuna asmara – playboy dan playgirl. Mereka mengumpulkan banyak pasangan agar terlihat keren dan kekinian. Bermodalkan teori Marxis, Rumi dan seikat bunga yang diberi puisi cinta di bunganya yang cerah, para tuna asmara melancarkan gombalan bubur yang tidak sempat jadi nasi.

Penganut kama menganggap kalau cinta sebatas hubungan perut dan di bawah perut. Padahal dada juga enak kok.

Selain dimiliki para tuna asmara, klasifikasi cinta jenis kama juga tumbuh subur di hati para pejabat korup yang ceuknya kayak pacar saya. Bedanya, pejabat korup nan cuek dibenci rakyat sedangkan cuek pacar saya membuat cinta semakin tumbuh.

Filantropis

/fi·lan·tro·pis/ (a.): Cinta kasih kepada sesama.

Jika menyatakan cinta kepada seseorang tapi dia hanya mencintaimu sebagai teman. Maka itu masuk klasifikasi cinta jenis filantropis. Sesama makhluk yang hidup di muka bumi, cinta jenis ini juga bisa diberikan kepada monyet hutan.

So, kalau kamu ditolak dengan alasan karena dia hanya mencintaimu sebagai teman, mungkin dia menganggap kamu monyet hutan yang harus sadar diri.

Demikian yang menjadi istilah cinta yang sempat saya informasikan, semoga tidak ada lagi yang merasa bahwa cinta selalu tentang kebahagiaan dan patah hati!