Banyak orang yang bilang, kalau mau sesuatu yang besar, maka usahamu pun harus sebesar keinginanmu. Tidak perduli dengan ucapan kanan kirimu, kamu adalah tempat dimana semua usaha dikerahkan untuk 1 tujuanmu. Sama seperti saat kau berharap datang jodoh yang sesuai keinginanmu.

Seringkali kita terlena karena ingin bersama dengan seseorang yang kita sukai. Bahkan dengan dia yang kita rasa sudah kita cintai sepenuh hati. Namun tidak sedikit orang yang mengira sudah bertemu dengan cinta sejati mereka, belahan jiwa mereka dan takdir mereka. Namun tidak banyak dari mereka yang mau melibatkan tanganNya yang sangat besar untuk semua di hidup kita.

Berkali-kali kita yang pernah terluka mencoba membuka hati untuk dia yang baru. Mempersilakan dia yang kita yakini sudah kita sukai sejak lama untuk mencoba singgah di hati. Siapa tahu dialah orang yang akan menjadi penghuni selamanya.

Tanpa sadar, kadang kita lupa tentang siapa yang memegang kendali hati kita. Bahkan takdir kita pun bisa berubah saat Dia sudah berkata “Kun Fayakun”.

Kita tidak dilarang untuk menyukai orang yang membuat jantung kita berdebar, telapak tangan kita berkeringat dan bahkan nafas kita tidak beraturan.

Advertisement

Kita pun tidak dilarang untuk tersenyum bahkan tertawa kegirangan saat sebuah nama yang jauh di sana menyapa kita. Melihat ke arah kita dan menanyakan apakah hati kita sedang kosong. Semua itu nikmat yang Dia berikan kepada kita. Tentu saja semua orang pasti merasakan hal ini.

Tapi apakah semua orang itu melibatkan Dia dalam setiap yang mereka rasakan? Tidak. Banyak hal yang perlu kita ingat. Seberapapun kita ingin bersama dengan orang yang kita sukai, kita cintai dan kita yakini bahwa dialah takdir kita, tetap saja kita tidak memiliki hak atas dirinya, atas hatinya.

Tuhanlah, Dialah yang Maha Pemilik Hati. Kemanapun kita mencoba melangkah, apapun keinginan kita dan bagaimanapun besarnya rencana kita, Dia adalah tempat kita meminta agar semuanya berjalan sesuai keinginan kita. Bukankah begitu? Termasuk hatimu.

Hati kita bisa memilih siapa yang kita sukai, tapi Hati kita tidak bisa memilih sendiri siapa takdir kita. Hanya Dia yang memiliki kuasa akan itu.

Tidak satupun yang bisa memberikan kesempatan sebesar yang Dia berikan kepada kita. Kesempatan untuk menyukai seseorang, kesempatan untuk berusaha memperbaiki diri, kesempatan untuk berdoa jauh lebih banyak dari sebelumnya. Jadikan orang yang kita sukai sebagai tempat kita bersyukur, bahwa dialah jalan bagi Allah untuk memberikan kita banyak pelajaran, nikmat dan kesempatan berharga.

Tentu saja, kita sebagai manusia ingin mendapatkan apa yang menjadi keinginan dan mimpi kita. Tapi tidak meninggalkan keyakinan kita, bahwa Allah lah yang mengendalikan semua isi hati kita.