Bangku panjang berlatar belakang taman hijau nan indah, angin yang bertiup sepoi-sepoi, dan aku bersama dia saling bercengkrama, membelai, bercanda layaknya Hugh Grant dan Julia Roberts dalam indahnya ending film mereka, Notting Hill.

Indah, romantis, coba sebut saja seluruh kosakata yang cocok untuk menggambarkan situasi tersebut.. Bangku panjang berlatar belakang taman hijau nan indah, angin yang bertiup sepoi-sepoi, dan aku bersama dia saling bercengkrama, membelai, bercanda layaknya Hugh Grant dan Julia Roberts dalam indahnya ending film mereka, Notting Hill. Indah, romantis, coba sebut saja seluruh kosakata yang cocok untuk menggambarkan situasi tersebut..

Lalu aku terbangun.

Kawan, itulah bagian tersulit jika kamu sedang bermimpi dengan seorang yang patah hati. Bangun dari impian itu sangat susah. Realitas adalah neraka di kehidupan sebelum mati. Sebagai seorang yang patah hati, mengkonsumsi oksigen secara normal tanpa terengah-engah setelah kamu terbangun dari mimpi indahmu adalah hal yang bakal kau alami.

Kau berguling-guling tidak jelas, kau berlutut, entah siapa yang kau sembah atau apa yang kau harapkan, karena kau pun gila oleh sebuah cinta ataukah sekedar obsesi.

Advertisement

Mimpi-mimpi dan konsep yang manis antara idealnya hubungan yang kau impikan tersebut bahkan membuatmu sampai bertanya-tanya, jikalau dia benar-benar di sini, bersamamu. Apakah dia berada di suatu sudut di kamarmu, menyiapkan sarapan yang nikmat, mengucapkan selamat pagi dan memberimu sebuah semangat untuk memulai harimu? Fakta yang terjadi adalah sebaliknya kawan.

Karena dia telah pergi.

Lagu-lagu indah terdendangkan, rayuan-rayuan maut terucapkan, tindakan-tindakan menakjubkan yang engkau berikan, semua untuk membuat kalian bertahan. Memperbarui janji, komitmen, berulang kali menyesuaikan diri kalian masing-masing, agar kalian tetap bersatu. Kau lakukan terus menerus, hingga kau menyadari, bahwa mengikhlaskan hubungan kalian dan bayangan-bayangan indah yang berada di dalamnya adalah hal yang tersulit, saat hatimu sedang patah.

Dia pergi bersama air mata yang dia bawa. Dan engkau larut bersama air mata tersebut. Pada suatu titik, selamat tinggal adalah hal yang bisa kau ucapkan.

Dia tidak bisa bertahan di sampingku. Dia tidak bangun dan menikmati pagi bersamaku. Karena dia tidak bisa melakukannya. Dia telah pergi, kawan.

Cinta, beritahu apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus mengucapkan beribu-ribu rayuan lagi? Apakah aku harus membelah lautan untuk membuktikan bahwa aku masih ingin selalu bersamamu? Apakah aku harus berubah? Kau telah membuatku gila, apakah aku harus menjadi lebih gila lagi?

Apakah kamu akan kembali bersamaku jika aku melakukan hal-hal yang aku sebutkan? Sayang, jika aku tertidur bersama bunga-bunga indah yang kutujukkan untukmu, apakah kau akan mengambilnya? Apakah kau akan mengabil juga cintaku untukmu?

Aku tahu kamu tidak akan mengambilnya. Karena engkau telah pergi.