Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, bukan Adam dan Hendra. Maksudnya, Tuhan menakdirkan manusia itu agar hidup berjodoh-jodoh antara laki-laki dan perempuan. Tetapi, jangan terburu mengejar jodoh jika usia kamu belum matang dan kamu belum siap.

Lalu, bagi kalian yang sudah berusia matang dan siap untuk berjodoh, sudahkah kamu menemukan jodohmu? Jika belum, coba kamu tanya dirimu, sudah seberapa jauh kamu berusaha memperbaiki dirimu?

Kenapa harus berusaha lebih? Bukankah jodoh itu tidak akan kemana? Ya, memang jodoh tidak akan kemana. Tetapi, kalau tidak dihampiri, jodohmu bakalan kabur juga. Bahkan meskipun dihampiripun ada juga yang kabur. Nyesek ya?

Seiring beralihnya zaman, kriteria mutlak yang banyak berkembang di masyarakat sebagai indikator apakah seseorang layak dijadikan sebagai jodoh atau bukan ada dua hal, cantik atau ganteng dan berduit. Beruntunglah mereka yang terlahir berparas cantik/ganteng dan dibesarkan oleh keluarga yang berkecukupan lebih dari segi ekonomi.

Tetapi, buat yang merasa tidak memiliki paras cantik atau ganteng dan tidak berasal keluarga yang mapan, tidak perlu khawatir tidak akan mendapatkan jodoh. Kuncinya adalah, kembali lagi pada pertanyaan, sudah seberapa jauh kamu berusaha memperbaiki dirimu? Karena, sebenarnya laki-laki atau perempuan baik akan lebih takut pasangannya minim juang daripada minim harta.

Advertisement

Jangan menangis ketika kamu dilahirkan miskin, tetapi sebuah penyesalan abadi ketika kamu miskin saat usia senja karena tidak ada usaha untuk memperbaiki kehidupanmu. Memang harta benda bukanlah sesuatu yang paling berarti di dalam hidup. Tetapi, setidaknya hartabenda dapat dijadikan sebagai patokan seberapa jauh kamu sudah berusaha.

Setiap manusia pasti dilahirkan dengan segala kelebihan dan kekurangnanya. Tetapi, manusia diberikan akal untuk mencari solusi atas kekurangannya. Permasalahan paling akut dalam kehidupan manusia adalah mereka mengetahui apa permasalahannya, tetapi enggan untuk mencari solusinya.

Contoh sederhana, kita adalah karyawan sebuah perusahaan di daerah Jogja. Lalu bos kita meminta kita mengantarkan dia ke Surabaya naik mobil sedangkan kita tidak bisa mengendarai mobil. Kebanyakan orang akan menanggapi perintah tersebut dengan jawaban, “Maaf, Bos. Saya tidak bisa mengendarai mobil”. Sedangkan kita bisa mencari solusi dengan cara menyewakan supir untuk menemani kita mengantarkan bos kita ke Surabaya.

Usaha-usaha seperti itulah yang nantinya akan memudahkan kita untuk mendapatkan jodoh. Mungkin saat ini kita belum dapat dikatakan sebagai seorang jodoh yang baik karena berbagai kekurangan yang kita miliki. Namun, perlu diingat bahwa kebaikan itu datang karena diciptakan, bukan datang dengan sendirinya. Kecuali jika Tuhan memberikan mukjizat yang di luar kemampuan kita. Tetapi, datangnya mukzizat itupun pasti hasil dari sebuah usaha.

Nestapalah mereka yang hidup bersama kemalasan dan jauh dari usaha.

Jadi, berusahalah semampumu, sisanya, biar Tuhan yang menjalankan perannya. Hidup adalah takdir, tapi hidup dalam kebaikan adalah keharusan. Niscaya jodoh yang baik akan datang. Meluangkan waktu untuk memikirkan peliknya kehidupan mungkin akan menenangkan. Tetapi, berusaha dan berdoa adalah penyelesaian.