"Aku Putus,huhu.. Aku harus gimana?"

"Yey, gajiku naik nih. Kira-kira bagusnya buat apa ya?"

"Milih Jodoh apa milih kuliah S2 dulu? Menurut elo gimana?"

Kalimat-kalimat di atas adalah kalimat biasa yang hanya dirasakan oleh mereka yang biasa menjadi tampungan curhat teman-teman mereka yang sedang mengalami masalah. Baik itu masalah keuangan, masalah asmara sampai masalah keluarga. Tidak jarang mereka juga sering ikut terlibat masalah karena dianggap terlalu jauh masuk dalam urusan orang lain.

Nah tau nggak sih ada beberapa sisi dari para Ibu Curhat ini yang kebanyakan mereka pendam sendiri.

Advertisement

1. Kadang Mereka juga pengen Curhat tapi Bingung

Sebijak dan sekuat apapun keliatannya, seseorang yang selalu mendengarkan kita juga butuh didengar butuh diperdulikan. Kadang ia bisa menjadi sosok yang sangat kuat kala temannya datang dan menangis, disisi lain, ia juga menangis sendirian karena tidak tau harus bercerita pada siapa mengenai masalah hidupnya.

2. Terlihat Dewasa belum Pada Saatnya.

Kebanyakan mereka yang sering menjadi Ibu Curhat terlihat lebih dewasa. Bukan karena mereka tua, tapi mereka lebih bijak dalam berfikir dan bertindak atas masalah-masalah yang harus mereka dengar. Dan ini menjadi bekal mereka mempersiapkan jiwa yang lebih matang dalam hidup.

3. Seringkali Disalahkan juga…

Alih-alih ingin membantu sesamanya yang kesusahan, mereka ini seringkali disalahkan dan dianggap ikut campur karena sering membantu menyelesaikan masalah. Dan tidak sedikit yang dibenci. Duhh kasiannya 🙁

4. Mereka adalah Teman Paling Setia untukmu Kembali Pulang

Entah karena sudah terbiasa atau memang menjadi watak, mereka yang sudah sering mengecap menjadi pendengar dan sekaligus tumpahan cuhat, adalah orang yang selalu ada dan fast respon jika kalian membutuhkan.

Well, di atas adalah sisi lain dari mereka-mereka yang menjadi Ibu Curhat. Apa kalian pernah mengalami juga?