Indonesia, saat mendengar kata Indonesia maka akan melintas berbagai macam hal dalam pikiran saya. Langit biru yang indah, hingga sang mentari menari-nari ria diatasnya. Tanah yang subur, hingga tongkatpun kau lepas akan menjadi pohon yang lebat. Serta laut biru yang luas menghampar sepanjang khatulistiwa, hingga lumba-lumbapun dengan sangat riang menari-nari diatas permukaanya yang indah.

Seperti kita ketahui bersama, kata indonesia sendiri memiliki sebuah arti yaitu “Indus” dalam bahasa Latin yang berarti India, sedangkan “Nesos” dalam bahasa Yunani yang berarti pulau. Sehingga arti Indonesia adalah wilayah India Kepulauan. Dari nama tersebut, sebenarnya bangsa Indonesia telah menyibakkan identitasnya kepada seluruh penjuru dunia. Bangsa dengan seribuan pulau.

Garis khatulistiwa yang melintang di Indonesia sebagai tanda atas hebatnya kultur agraris yang ada dalam negeri ini. Laut yang membentang luas sebagai saksi atas kehebatan maritim yang dimilikinya. Sumber Daya Alam yang bertaburan di tanah ibu pertiwi ini sebagai harta yang terkandung didalamnya. Serta pulau-pulau yang mengelilingi Indonesia sebagai permata yang menghiasinya. Ribuan etnis budaya yang berdiri di atas tanah Indonesia yang membuat bangsa kami kaya akan budaya. Meskipun kata orang negara kami adalah bangsa koruptor, namun saya yakin, koruptorpun tidak akan pernah mampu menghabiskan seluruh kekayaan bangsa ini. Saya bangga menjadi bagian dari keluarga besar bangsa ini.

Saya sebagai generasi penerus bangsa ini tertegun atas karunia yang telah dilimpahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa pada negeri ini. Dengan kehebatan sedemikian rupa bangsa ini masih saja dianggap sebelah mata oleh negara lain. Apakah mungkin yang mereka maksud itu penderitaan yang dirasakan rakyat di negeri ini? Ataukah kehebatan para tikus-tikus yang berkeliaran di Negeri ini? Dan mungkinkah hukum di negeri ini yang bersifat tumpul keatas dan tajam kebawah? Dan mungkin juga pemanfaatan SDA di Indonesia yang dizalimi oleh segilintir pihak dengan hanya mementingkan kebutuhannya saja? Dan juga budaya-budaya kami yang mudah diklaim oleh negara lain? Mungkin itu hanya segilintir saja masalah yang terjadi di negeri ini. Jika kita mengulasnya maka tidak akan habis-habis.

Indonesia selain memiliki SDA yang melimpah tetapi juga memiliki SDM yang tak kalah banyaknya. Dalam jumlah penduduk, Indonesia menempati posisi 4 dunia setelah Amerika Serikat. Menurut saya banyaknya SDM bukan berarti menjamin kualitas dari suatu penduduk. Pada Index Pembangunan Manusia (Human Development Index), Indonesia bertengger di posisi 108 dunia. Penduduk yang banyak menyebabkan persaingan yang sangat tinggi, sehingga banyaknya pengganguran yang terjadi di Indonesia. Dan juga etos kerja rakyat di Indonesia yang kurang baik. Karena pengangguran tersebut membuat tingginya angka kemiskinan di Indonesia. Menurut saya dalam hal ini harus terjadinya pembangunan yang merata di seluruh Indonesia agar mengurangi penggaguran yang ada. Pendidik yang lebih memadai serta sekolah wajib 12 tahun bagi siswa siswi di seluruh Indonesia. Dan juga program KB untuk mengurangi laju pertumbuhan penduduk. Namun dalam hal ini saya tetap bangga akan Indonesia walau penduduknya yang belimpah, agama dan budaya yang beragam namun mereka tetap bersatu. Meraka tetap berpengang teguh atas semboyan dari dasar negara bangsa ini “Bhineka Tunggal Ika” . Maka dapatkah anda temukan ini semua dibelahan dunia lain? Saya rasa hanya bangsa Indonesia yang memilikinya. Sekali lagi saya katakan, saya bangga terlahir di tanah subur ini.

Advertisement

Dari rakyat sekarang kita lihat ke pemerintahan yang ada. Negeri ini adalah negera hukum sesuai dengan pasal 1 ayat 3 dan negara yang berkaudalatan rakyat sesuai dengan pasal 1 ayat 2. Negeri ini bersandar pada demokrasi pancasila. Namun tidak dapat dipungkiri negeri ini hanya terlihat seperti negeri setengah demokrasi. Indoesia sudah menempuh perjalanan panjang dimulai dari masa sebelum kemerdekaan, orde lama, orde baru, sampai pada reformasi. Tetap korupsi yang merajalela yang belum ada obatnya. Serta mereka yang menegakkan hukum di negeri ini menjadi pelanggarnya. Saya yang hanya sebatas siswa di sebuah SMP tidak dapat berbuat apa-apa. Ini mungkin adalah salah satu sarana saya menyampaikan aspirasi saya. Ini juga merupakan PR saya sebagai penerus bangsa. Satu cara yang tepat menurut saya bagi koruptor di negeri ini adalah hukuman mati bagi koruptor atau hukuman seumur hidup tanpa grasi. Walaupun begitu pemerintahan sekarang sudah mulai menunjukan keandalan demokrasi. Serta usaha untuk memberantas ini sudah ada. Dan ini sudah membuat saya bangga. Pesan saya buat para koruptor di negeri ini, sayangilah nyawa anda!

Sumber Daya Manusia (Human resources) di Indonesia sangat melimpah dan juga pastinya menggiurkan. Hal ini yang dimanfaatkan oleh segilintir orang. Berpedoman pada UUD 1945 pasa 33 ayat 3 yang menjelaskan bahwa bumi air dan kekayaan alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Hal ini jelas bahwa SDA itu untuk kemakmuran rakyat. Bisa kita lihat eksploitasi besar besaran yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab atas SDA kita. Dan saya mengharapkan bahwa pemerintah tegas untuk menangani hal ini. Dan saya juga takjub atas usaha pemerintah sekarang yang sudah berani tegas terhadap perusahaan asing di Indonesia. Serta ini sudah membuktikan pasal 33 ayat 3.

Banyaknya budaya di berbagai belahan Indonesia memang tidak dapat dipungkiri bahwa ada saja yang mengotak atik budaya di negeri ini. Seperti contohnya tari pendet yang pernah diklaim oleh Malaysia. Menurut saya untuk menangani hal ini adalah dengan UU perlindungan budaya. Dan pemerintah sudah melakukan langkah yang membuat saya bangga. Indonesia sudah peduli dengan budaya di Indonesia dengan mendaftarkannya ke UNESCO dan menampilkannya di berbagai festival dunia utuk menunjukannya pada dunia. Dan juga untuk menarik turis mancanegara.

Masalah yang bertubi-tubi menyerang negeri ini sangat beragam. Masalah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Saya yang berlaku sebagai generasi muda juga harus bertanggung jawab atas apa yang telah diwariskan kepada saya dan generasi saya. Memang satu kunci dari semua ini yaitu MORAL. Indonesia dapat dikatakan memiliki moral yang miris terutama pada generasi muda. Namun negeri ini yang sudah berusaha melakukan perubahan yang diusahakan oleh Pemerintah. Saya sebagai bagian dari bangsa Indonesia tetap bangga dengan negeri ini walaupun masalah kami banyak kami dapat hidup sendiri tanpa bergantung pada negara lain. Dan dengan Bhineka Tunggal Ika kami dipersatukan atas perbedaan ras dan etnis. Sekali lagi saya tegaskan, saya tetap bangga menjadi anak Indonesia. Jiwa Merah Putih akan terus berkibar dalam jiwa saya hingga nafas ini terhenti dan raga ini menyatu dengan gempuran tanah pertiwi ini.