Cinta, takkan pernah habis untuk membahasnya.

Cinta memang selalu menarik untuk diurai dalam kata. Dan ini adalah tulisan tentang jodoh dan jatuh cinta, dua hal yang berkaitan atau sering dikait-kaitkan.

Selama ini kita memahami bahwa jatuh cinta adalah fitrah setiap insan. Memiliki kecendrungan terhadap seseorang pun wajar karena Yang Maha Menciptakan Hati ini menanamkan dalam setiap dada hamba-NYA rasa kasih dan sayang terhadap siapapun, sesama manusia, tumbuhan, bahkan hewan.

Jatuh cinta memang wajar, tetapi rasa itu bisa menjadi salah ketika kita tidak bisa mengatur hati kita, menggantungkan harapan tinggi pada orang yang membuat kita jatuh cinta padanya, dan bahkan mampu memalingkan kita dari cinta sejati, cinta yang hakiki, cinta kepada Alloh, Sang Maha Cinta.

Nah, di sinilah pentingnya menjaga hati, menjaga diri. Yaah, seperti sepenggal kalimat dalam sebuah lagu, "Hati-hati menjaga hati". Selama ini, pemahaman saya tentang jatuh cinta sebagai sesuatu yang wajar adalah salah, apalagi kalau sampai mengumbar-umbar perasaan itu.

Advertisement

Ada penggalan broadcast dari teman yang isinya pas, kena di hati. Judulnya, kepada jodoh saja. Saya cuplik di sini ya.

"Kepada jodoh saja.

Jodoh adalah sesuatu yang perlu diikhtiarkan. Itu jelas. Tapi ingat bahwa bentuk ikhtiar menemukannya bukan dengan jatuh cinta. Jatuh cinta adalah ikhtiar membersamainya kelak untuk mendapat ridho-NYA. Ikhtiarkan ia dengan logika dan munajat cinta pada Yang Maha Pencipta.

Sesiapa yang dikira jika bekerjasama dengannya dapat mendekatkan diri anda dengan Alloh, sesiapa yang diduga dengannya surga terasa lebih dekat, ikhtiarkan. Namun, ingat, cukup anda jatuh cinta pada jodoh saja.

Kepada jodoh saja.

Jadi, kalau saat ini anda 'terlanjur' mengakui bahwa anda tengah jatuh cinta pada seseorang yang tidak jelas adakah ia jodoh anda atau bukan, lebih baik benahi sekarang juga. Jatuh cintalah pada jodoh anda saja – terlepas apakah anda dengannya akan berjumpa di dunia atau di akhirat kelak".

Memang sih tak ada yang melarang siapa pun untuk jatuh cinta pada seseorang yang membuatnya tertarik, bahkan mungkin kita tak bisa mencegah rasa yang hadir. Maka, ketika rasa itu hadir, jaga hatimu, jaga dirimu. Jangan sampai rasa itu membuat kau lalai dan mabuk. Pintar pintarlah mengatur hatimu.

Yang akhirnya saya sadari adalah ketika di perjalanan hidup ini merasakan jatuh cinta, maka jatuh cinta itu merupakan bentuk ujian bagi saya, kamu, dan siapapun yang pernah merasakannya. Yaa, ujian. Ujian sebelum kita bertemu dengan jodoh terbaik pilihan-NYA, dan ujian yang membuktikan seberapa besar kita mencintai Dia, Sang Maha Cinta..

Dan, jatuh cintalah kepada jodoh saja.

"Ada orang-orang baik yang sengaja dihadirkan dalam hidup kita hanya untuk menguji perasaan kita, bukan untuk menjadi pasangan kita.." (Kurniawan Gunadi)