Awal masuk sekolah, cuma beberapa orang yang kukenal. tapi tak apalah, namanya juga sekolah baru, pasti banyak teman baru.

"Aku ngak suka kamu" kata yang pernah kuucapkan padamu. Sebel kalau mendengar namamu, benci kalau bertemu denganmu. Dasar cowok gila!

"Cewek aneh, emang dia pinter? kok bisa masuk ke sekolah itu, pasti ada sesuatu. liat aja gayanya, jauh dari kata cewek, lebih mirip cowok malahan". Tak sengaja kudengar kata-kata itu keluar dari mulutmu.

Temanku tertawa mendengar omelanku.
"Dia itu sebenarnya baik, gak jahat kok, aku sudah kenal dia sejak lama" dengan tersenyum temanku itu malah membela cowok itu.

"Ngapain sih, kamu ngajakin tu cowok gila masuk kelompok kita, kayak gak ada anak lainnya aja, kan masih banyak yang lain, lebih pinter atau yang lebih deket rumahnya sama kita" protesku pada temanku, "pokoknya ku gak mau dia ada di kelompok kita. titik.

Advertisement

"tapi ku udah bilang ke dia kalau dia masuk ke kelompok kita, kan gak enak kalo aku batalin, lagian smua temen- temen udah pada nyerahin anggota kelompoknya, tinggal kita yg belum." kata temenku sambil pasang wajah memelas.
Dengan berat hati dan sedikit rasa dongkol, akhirnya aku mau menerima dia masuk di kelompokku.

cinta bisa datang tanpa kita undang, tanpa pemberitahuan, dan tanpa kompromi. Ku tak pernah tau ataupun menyadari sejak kapan dan dengan cara bagaimana cinta itu bisa datang padaku.

Kata orang tak kenal maka tak sayang,..

Mungkin itu yang telah terjadi padaku, semakin lama, semakin ku mengenalnya. semakin dekat, semakin ku tau kepribadiannya. dan semakin akrab, semakin ku selalu ingin berada di sisinya.

tanpa ku sadari sosok yang dulu pernah ku benci telah berubah menjadi sahabatku, sahabat yang selalu membantuku, sahabat yang selalu ada untukku, sahabat yang menemaniku, sahabat yg mengisi hari- hariku dengan canda dan tawa.
Di mana ada dia, selalu ada aku. Di kantin, di kelas, di perpustakaan, kita selalu bersama karena kita adalah sahabat.

"Setelah lulus, kamu mau ke mana?? "tanyaku. "Kyaknya aku mau keluar kota, ikut pamanku disana". Ada rasa sedih yang timbul di dalam hatiku, tp dengan tersenyum kukatakan padanya, " Semangat yaa, gapai impian setinggi mungkin,.. " kuberikan senyuman termanisku padanya.

beberapa tahun tlah berlalu, walau jauh kita masih saling berkomunikasi. apapun dia ceritakan padaku, dan juga sebaliknya, apapun kuceritakan padanya.

Sampai suatu hari,. hatiku rasanya hancur, sakit, dan perih mendengar ketika dia berkata, "aku menyukai cewek yang bekerja di samping kantorku"
ingin rasanya aku menangis, ingin rasanya aku teriak, hatiku hancur berantakan, hatiku sakit mendengarnya, tp akhirnya kubalas pesannya " cewek itu pasti lagi sial, karena di sukai oleh cowok kyak kamu". dia tertawa mendengar gurauanku itu. tawa yang paling kusuka dan tawa yang selalu kurindukan.

Setiap pesan darinya, dia selalu menceritakan cewek itu. Bertmbah hancur hatiku, ingin rasanya ku tak membalas lagi pesan pesan darinya, ingin rasanya ku pergi jauh darinya, ingin rasanya ku melupakannya.

Tapi sulit, sangat teramat sulit untuk melupakan seseorang yang kucintai karena hati tak bisa berdusta dan hati tak mengenal logika. smpai saat inipun aku masih belum bisa melupakannya. Akhirnya hari itu datang, hari ketika undangan pernikahannya sampai d tanganku, dia menyerahkannya kepadaku dengan wajah yang sangat bahagia,. kucoba untuk tersenyum semanis mungkin di depannya, senyum untuk sahabatku, walau perih di dalam hatiku.

Sahabatku adalah cintaku, cinta yang tak kan pernah terucap, cinta yg tak mengharap apapun darinya, cinta yang jika dia bahagia, aku akan bahagia, cinta yang tulus dan ikhlas, dan cinta yang akan selalu kusimpan di dalam hatiku, selamanya.