Seringkali saya berpikir demikian. Namun, betapa berharapnya dan betapa berusahanya kita supaya orang tua yang egois mau mengerti hal yang benar, biasanya ujung-ujungnya cuma bikin tambah sakit hati, padahal udah berusaha, namun tetap sedikit perkembangannya.

Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah bersabar dan tetap melakukan hal yang benar tanpa pernah putus asa. Dari pengalaman saya tahu bahwa agak sia-sia menaruh harapan tinggi pada orang tua yang emang bawaannya gak bisa diharapkan. Maka saya menaruh harapan pada diri sendiri, apa-apa harus mau berusaha mandiri, bisa sendiri, belajar sendiri, usaha sendiri, & berdoa sendiri, rasanya ampe sekarang konflik masih ada aja terus, itu karena orang tua yang gak bisa diharapkan untuk menjalankan fungsinya di keluarga dan di masyarakat untuk menjadi orang tua yang baik dan benar dan mengayomi.

Tapi kamu tahu, tidak ada orang yang sempurna termasuk orang tua dan termasuk diri kita sendiri. Begitupun, orangtuamu tetaplah orang yang membuatmu bisa ada di dunia ini, meskipun mereka bodoh, bersabarlah terhadap mereka. Budaya di Indonesia membuat orang tua sulit menerima hal-hal baru dari generasi muda, meskipun hal yang benar sekalipun, Hukum yang berlaku adalah orangtua bicara, yang muda diam mendengarkan dan nurut. Pola pikir demikian membuat kebanyakan orang tua sulit untuk belajar, mereka dengan buta menerima apa saja yang diajarkan oleh orang tua mereka dahulu tanpa disaring dan dipikir lagi, hal itulah yang menyebabkan mereka bertindak sama kepada anak-anak mereka sekarang.

Kita yang masih muda punya semangat belajar, tahu ilmu dan informasi dari buku dan orang-orang yang jauh lebih berilmu daripada orang tua kita sendiri, pengetahuan kita mungkin jauh lebih luas daripada orang tua kita. Karena itulah kita sebagai orang yang sanggup berpikir mandiri dan belajar dan kebetulan punya ilmu lebih dan lebih tahu mana yang benar daripada orangtua kita, kita harusnya bisa kasihan sama orang tua, sadari dan pahami kenapa mereka jadi seperti itu, berbesar hatilah dan coba maafkan mereka, karena mungkin saja mereka berbuat salah pada anak-anaknya dengan cara main pukul dsb itu tanpa tahu sama sekali kalau mereka salah, bukankah itu hal yang amat menyedihkan?

Cobalah untuk pintar-pintar ketika berinteraksi dengan orang tua, pakai akalmu dengan cerdik, pakai cara yang paling sedikit menyebabkan konflik, apalagi kalau terjadi konflik biasanya yang rugi sendiri adalah anak.

Seringkali kamu tidak bisa mengubah orang lain menjadi lebih baik dengan mudah, yang bisa kamu kontrol adalah dirimu sendiri, pastikan diri menjadi pribadi yang baik dan mandiri, jangan pernah berhenti belajar, bahkan dari orang tua-mu sendiri pasti ada satu dua hal yang bermanfaat yang dapat mereka lakukan dan tak bisa kamu lakukan, ambillah ilmu yang bermanfaat dari mereka, praktekkan, dan pastikan kamu tidak berbuat jahat sama seperti yang orang tua-mu lakukan terhadapmu kepada orang lain, teman-temanmu, anak-anak lain, apalagi anakmu sendiri nanti kalau kamu punya anak.

Advertisement

Belajarlah memaafkan dan berbesar hatilah, serta bersyukur, sifat-sifat ini kalau kamu bisa mendapatkannya, pasti nggak stress lagi.