Bagaimana jika perempuan benar-benar jatuh cinta sejatuh-jatuhnya? Mungkin jika cintanya mendapat feedback yang baik, maka dia akan sangat bahagia. Tapi kalo bertepuk sebelah tangan gimana? Mungkin seperti ini ungkapannya..

"Aku sendiri dipojok ruang tunggu, terpaku kaku. Jangankan angin, tangan pria lain tak kuizinkan menggodaku. Dalam tidurku semalam, aku mengingatmu begitu jelas. Sikap yang aku harapkan darimu, ku lukiskan dengan sempurna. Mata yang tidak pernah menatapku, aku gambarkan dengan indah. Tapi cintamu tidak sempat tergores. Karena jiwa sadar membangunkanku dengan paksa.

Mata yang sejak fajar sembab, pertanda tangis semalaman. Hanya karena rasa rindu dan putus asa menjadi satu. Sakit melihatmu tertawa dan kecewa mengalunkan doa. Tuhan… adakah waktu untukku bisa bersamanya? Jika ada, cepatkan waktuku sampai saat itu tiba. Dan lambatkan saat aku bersamanya.

Tolong, lihat aku! Dongakkan kepalamu! Jangan menunduk dan bergumam. Kamu ini laki-laki, bukan perempuan. Tolong, berikan aku kesempatan untuk memilikimu. Meski hanya sehari. Sehari yang akan aku jadikan lebih indah dari hari-harimu sebelumnya. Sehari tanpa tangis dan amarah. Sehari yang berarti, yang mengobati luka hati."

Selamat jika kamu adalah perempuan dengan cinta tanpa syarat. Yang memiliki seseorang didekatmu tanpa mengharapkan kamu menjadi orang lain. Selamat juga jika kamu adalah perempuan dengan ketulusan, meskipun dia tidak menganggapmu sedikitpun. Yang terpenting adalah, Tuhan memberikan perasaan sama kamu bukan untuk disia-siakan. Kalau ada waktu buat berjuang, ya diperjuangin. Karena zaman "kode" akan segera berakhir 🙂