Anda menikah dan harus terpisah karena suami berada di tempat lain?

Jangan coba-coba merasa mampu jika anda bukan tipe orang sabar menunggu, tak pecemburu atau tak mudah percaya dengan pasangan. Sebab, LDR perlu keputusan bersama karena memerlukan tingkat rasa saling percaya yang tinggi.


Menurut pakar psikologi, kehidupan rumah tangga semestinya dua orang yang bermula tadinya hidup berpisah, namun menjalani hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Kalau pun berpisah karena faktor pekerjaan, sebaiknya LDR dipikirkan dengan matang!


Meski cinta tak memandang jarak dan waktu, tetapi pernikahan dengan hidup berjauhan bisa jadi bara api dalam hubungan anda. Jika anda mampu dengan kebutuhan biologis belum tentu dengan kebutuhan psikologis anda. Walau terikat dalam janji pernikahan, seringkali perbedaan tempat antara suami dan istri bisa memicu perbedaan yang kontras, baik segi kebiasaan maupun gaya hidup.

LDR atau biasa dikenal hubungan jarak jauh perlu punya kesepakatan dan komunikasi yang disepakati dan harus saling memahami posisi masing-masing sehingga tidak terjadi perselisihan yang berkepanjangan. Seperti menetapkan jadwal pulang dan memanfaatkan dengan sebaik mungkin momen kebersamaan yang ada. Terutama seorang istri harus mengosongkan waktunya ketika suami telah kembali ke rumah.

Advertisement

"Jangan sampai suami pulang, istri tidak ada dirumah" bisa bahaya nih! Selain itu juga yang terpenting adalah memberi kabar, LDR perlu memberi tahu kapan waktu jadwal kesibukan masing-masing agar tidak menimbulkan masalah. Keterbukaan dan kepercayaan antar pasangan memang sangatlah penting dalam hubungan jarak jauh. Yang terpenting meski jauh, tanggung jawab antar pasangan tidak boleh hilang atau dilupakan.

Perasaan kasih dan sayang akan mengikat segala pengertian dan tanggung jawab. Faktanya hanya orang-orang yang ikhlas dan sabarlah yang bisa menerima kondisi untuk hidup berjauhan. Hidup pejuang LDR!