Teruntuk Mamahku yang tersayang….

Mamah, aku mengerti betapa pengertiannya engkau padaku, pada anak perempuanmu yang kini menginjak usia kepala tiga.

Mamah, jujur… Aku juga ingin sekali segera menikah, bukan karena usiaku yang sedang menginjak kepala tiga, bukan karena omongan dan bullyan mereka yang kadang memekakkan telinga, bukan karena malu karena sebagai perempuan memang aku sudah terlambat menikah, bukan mah, bukan?

Tapi karena aku ingin menggenapkan seluruh ibadahku dengan sunah yang Tuhan tetapkan kepada seluruh manusia

Begitu besar rasa ini untuk segera menikah, tapi Tuhan belum juga mempertemukan, apa aku salah Mah jika aku sampai saat ini belum menikah?

Advertisement

Aku mengerti betapa engkau menginginkan cucu, melihat aku duduk di pelaminan bersanding dengan laki-laki yang aku sayang, tapi tetap saja segalanya sudah ditentukan oleh Tuhan, aku tak bisa apa-apa Mah, begitupun dengan Mamah kan?

Mah, aku percaya, Tuhan maha adil, maha pemilik cinta, tidak akan pernah sekalipun menyengsarakan hambanya, hanya mungkin Tuhan ingin aku lebih sempurna, lebih dewasa, lebih menghargai segalanya dan pantas untuk memiliki cinta yang selama ini aku damba,

jadi percayalah Mah, aku pasti menikah..

Aku yakin nanti ada seorang laki-laki yang begitu mencintaiku dengan seluruh jiwa raganya, menjadi imam yang sempurna untukku, percayalah Mah…

Bersabarlah Mah, suatu saat nanti itu semua pasti akan datang…