Perasaan itu cukup dulu, ketika aku lebih mendamba-dambakan cintamu melainkan cinta Sang Pencipta. Ketika aku tak tahu apakah aku begitu tulus mencintaimu atau hanya ingin memilikimu. Ketika aku belum mencari tahu apakah Sang Pencipta akan murka ketika aku lebih mencintai apa yang diciptakan-Nya daripada ia sendiri sebagai Sang Pencipta.

Perlahan dengan berjalannya waktu aku mencari tahu, apakah perempuan salah mendambakan sosok seorang laki-laki yang kelak belum tentu menjadi bagian dari hidupnya? Apakah perempuan salah ketika mengharapkan seorang laki-laki yang dicintainya kelak menjadi pendamping hidupnya?

Bahkan ketika Allah berkata dengan jelas bahwa orang yang baik dengan orang yang baik begitupun sebaliknya. Aku tahu, aku tidak patut memintamu kepada-Nya. Kau baik, itu yang aku tahu! Aku? Aku sendiri harus memantaskan diri terlebih dahulu sebelum memintamu kepada Sang Pencipta.


Ada banyak hal yang harus aku "pantaskan" dalam diriku, selama proses ini akankah kau dapat menunggu?