Kongres koperasi pertama Indonesia dilaksanakan di Tasikmalaya pada tanggal 11-14 Juli 1947, bertempat di PKKT (Pusat Koperasi Kabupaten atau Kota Tasikmalaya) Jalan Mohammad Hatta No. 40.

Tasikmalaya, tempat yang seharusnya bersejarah itu tak memperlihatkan nilai sejarahnya, melainkan gedung berwarna putih yang dijadikan sebagai operasional kantor PKKT sendiri, serta ada ruang tempat konter penjualan token listrik dan lahan penyimpanan agen gas lpg 3 kg. Sedangkan tempat yang dijadikan ruang kongresnya, kini dijadikan tempat produksi kain tenun layaknya seperti pabrik. Bangunan sisanya disewakan untuk dipakai tempat penggilingan beras dengan biaya kontrak 15 juta pertahun.

Sungguh ironi sekali melihat tempat yang 70 tahun yang lalu menjadi tonggak awal bangkitnya koperasi, melahirkan 10 point kebijakan dan menetapkan hari lahir Koperasi Indonesia kini seolah tak memperlihatkan asalnya. Seperti tak ada yang peduli pada tempat itu, seolah tak pernah terjadi apa-apa. Pemerintah kota pun seolah tak melihat, padahal pengurus PPKT sudah berusaha mengajukan untuk merenovasi tempat itu menjadi tempat yang layak dijadikan tempat bersejarah. Namun, tak pernah ada respon selama bertahun-tahun.

Karena masih ada bahkan cukup banyak masyarakat Tasikmalaya tak tahu ada Tugu Monumen Koperasi di kotanya. Kebanyakan anak-anak mudanya tak tahu menahu mengenai tempat itu apalagi mengetahui apa itu koperasi. Padahal jika tempat itu dikelola dengan sangat baik, bisa dijadikan sebagai museum koperasi, di mana terdapat sejarah cerita kongres koperasi. Namun, itu masih sekedar mimpi di waktu senja yang mengigau di kala matahari tenggelam. Menunggu dibangunkan di waktu fajar sampai ada yang membuat itu nyata, sehingga datang pagi hari disambut cerianya cahaya matahari yang menyinari.