Jatuh cinta merupakan perasaan yang sangat complicated dan sulit didefiniskan, itu sebabnya ada banyak sekali penyair dari jaman Indonesia belum merdeka sampai sekarang jaman penuh kegalauan seperti sekarang. Sebagai manusia yang memiliki kecenderungan pada hal yang baik, tentu saja diperlakukan dengan baik oleh orang lain terlebih orang yang kamu cintai merupakan hal yang menyenangkan.

Dalam hidup ini, kamu bisa saja jatuh cinta pada orang yang salah atau mungkin saja dia yang melakukan kesalahan. Dalam urusan cinta, kesalahan yang sering terjadi adalah membiarkan orang ketiga masuk menjadi tamu tidak diundang. Atau mungkin karena kamu memiliki kekasih yang sangat baik, dan berfikir bahwa dia selamanya menjadi milikmu dan perasaan cintanya tetap sama dan tidak akan berkurang.

Ada aturan yang pasti dalam menjalin sebuah asmara, bahwa kesetiaan tidak mungkin untuk berbagi. Jika kamu masih bisa membagi kesetiaan sudah pasti kamu bukan orang yang setia.Orang acap kali bilang bahwa selingkuh itu indah, iya memang indah diawal dan pahit diahkir. Jika memang selingkuh itu indah tentu saja didunia ini tidak ada yang namanya komitmen.

Hanya saja yang seringkali terlupakan ketika Tuhan sudah berbaik hati memberikan kekasih yang baik dan setia. Atau mungkin kamu berpikiran bahwa kamu dan kekasihmu nggak bakalan pernah putus hanya karena kamu selingkuh. Percayalah, jika memang kekasihmu masih saja memaafkanmu setelah kamu berkhianat berkali-kali dia bukan kekasih yang baik tetapi tolol.

Dan yang paling tolol disini yaitu kamu. Iya kamu yang berselingkuh dan bermuka manis dengan yang lainnya. Harusnya kamu sadar bahwa Tuhan Maha Adil, Tuhan nggak bakalan biarin kamu yang nggak setia mendapatkan kekasih yang setia. Toh jodoh cerminan diri, mana bisa kamu dapat yang setia kalau kamunya tukang selingkuh.

Advertisement

Kamu yang mengkhianati kekasihmu yang setia justru kamu orang yang sangat rugi. Kamu meninggalkan kekasihmu yang setia dan mencintaimu hanya untuk orang-orang yang baru datang dan bermain-main denganmu. Sungguh menyedihkan. Belum lagi penyesalan yang akan kamu rasakan seumur hidup. Tapi ini adil, kamu yang berkhianat harusnya yang paling bersedih. Harusnya merasa yang paling bodoh. Dan cukup adil jika kamu harus merasa galau menahun karena kehilangan kekasihmu yang setia.

Agar kamu sadar, bahwa perasaan bukan layang-layang yang bisa kamu tarik ulur sesuka hati. Kamu yang berselingkuh memang sudah seharusnya Tuhan memberikan sedikit pelajaran agar kamu belajar dari kesalahan dan tidak kepedean bahwa kamu juga masih bisa merasakan sakit. Nggak hanya itu, kamu juga harus belajar untuk menghargai dan menjaga apa yang kamu miliki sebelum orang yang lebih baik akan menjaganya.