Rasa adalah sesuatu yang wajib dimiliki manusia, karena mau bagaimanapun setiap gerak-gerik tingkah laku kita dalam berbuat pasti menggunakan rasa, ataupun jikalau menyangkal. Mau tidak mau secara otomatis rasa akan ada dan melekat begitu saja pada diri kita. Terkait asmara, ia adalah hal yang wajib bagi dua insan yang sedang mesra, dimana rindu bercampur dalam nuansa sendu, tawa dalam canda adalah pemicu senang yang akan menjurus pada arah kebahagiaan.

Keduanya saling keterkaitan. Sama halnya Matahari terbit kala pagi hari dan terbenam kala sore hari, keduanya hampir sama, sama-sama memancarkan sinar, hadirkan ketenangan dan ketentraman. Bahkan tak jarang keduanya sama-sama terlihat jingga menyala keemasan. Bedanya adalah terbitnya matahari adalah pertanda hari akan segera dimulai, terbenamnya matahari adalah pertanda bahwa hari akan segera di akhiri.

Di satu sisi, masa kini memang terlalu banyak muda-mudi yang tengah terhimpit dalam sekelumit perasaan pada lawan jenisnya, entah di tengarai karena pandangan pertama, atau senyum manisnya, atau hobby yang sama atau mimpi yang sama, atau apapun yang menurutnya kesamaan adalah sesuatu yang mengarah pada baiknya sebuah hubungan. Menurutku asmara akan baik-baik saja jika kita menakar seperlunya, memberi porsi padanya sesuai dengan kemampuan kita, mengisinya kala waktu memang sedang santai-santainya, kala kesibukan bukanlah kawan sehari-sehari berkegiatan.

Menyoal asmara memang rumit di rasa, ada fase dimana kita merasakan sedang buncah-buncahnya, ada fase juga dimana kita merasa biasa saja, hingga pada fase kita merasa ini hanyalah semu belaka. Semua itu memang proses yang wajar, namun ada baiknya kita memahami bahwasanya asmara tak melulu untuk di bicarakan dan di dengung-dengungkan. Cukup di jaga dan dirawat dalam dada dengan sepenuh jiwa dan raga, kelak semesta akan di perintah oleh Penciptanya untuk mewujudkan mimpi bersama.

Asmara boleh murka jika terlalu banyak di lenakan oleh mudahnya seseorang melupakan atau meninggalkan pasangan yang telah lama berada dalam hidupnya, boleh pula menangis kala dirinya tak di beri porsi sedikit pun. Sebab, asmara banyak baiknya jika kita saling memahami, mengerti dan memiliki visi dan misi yang sama.

Sudah, jangan terlalu larut memikirkannya. Yang pasti manusia harus memiliki rasa, terutama rasa iba pada mereka yang kesusahan, mereka yang keterbatasan, mereka yang tidak mampu, serta mereka yang hidupnya menderita. Semoga rasa dan asmara selalu terawat dan memberikan makna yang begitu mengena pada tiap-tiap kita yang menghargainya.