Seorang gadis yang konon orang-orang memanggilnya Eliana, menyapaku di sebuah warung di mana tempat biasa aku ngopi. Aku membalas sapaannya. Aku pikir dia akan buru-buru pergi, tetapi langkah kakinya malah menuju ke tempat dudukku. “Apa yang sebaiknya aku lakukan pada pacarku?

Begitulah kira-kira kronologinya kenapa aku menuliskan ini. Pacar Eliana adalah seorang penulis. Dia bertanya padaku, mungkin karena aku juga suka menulis. Beginilah Eliana. Bertingkahlah kepadanya seperti ini :

Pertama, mengajaknya berdiskusi

Seorang penulis suka sekali diajak berdiskusi. Apalagi mengenai buku-buku, penulis-penulis hebat, cerita-cerita, dan lain-lain sedulurnya. Biasanya dari situlah ia terinspirasi. Atau kalau kau merasa kurang pandai berdiskusi, cobalah bertanya mengenai sejarah, misalnya. Biarkan ia bercerita dan terus bercerita. Di situlah ia merasa melatih diri sendiri untuk menjadi tukang cerita. Siapa tahu nanti berminat menuliskannya.

Kedua, biarkan ia mempunyai waktu luang

Advertisement

Biarkan dia mempunyai waktu luang. Jika hubunganmu dengan dia jarak jauh, maka jangan sering-sering menelponnya. Jika tidak jarak jauh, usahakan jangan sering-sering minta ketemu. Lebih baik gunakan waktumu belajar, atau melakukan aktivitas yang bermanfaat. Percayalah, waktu luang itu sangat berarti baginya. Apalagi pada malam-malam. Penulis seperti dia akan memanfaatkan waktu tersebut dengan menulis. Siapa tahu waktu itu dia sedang menulis kisah asmaranya denganmu. Siapa tahu.

Ketiga, sederhanakanlah kehidupanmu

Seorang penulis sangat suka hal-hal yang sederhana. Kebanyakan begitu. Memang ada juga penulis yang suka bermewah-mewahan. Tetapi hal itu sebagian kecil dan sebuah pengecualian. Toh, apa yang di dunia ini tidak ada pengecualiannya? Maka mulailah sederhanakan hidupmu sejak dalam pikiran. Misalnya, tidak perlu nongkrong di Kafe-kafe mahal. Di angkringan atau warung kopi kecil pun ia bahkan lebih suka.

Keempat, bacalah tulisannya

Seorang penulis tak kan eksis tanpa seorang pembaca. Seorang penulis sangat membutuhkan pembaca. Ia ingin semua orang membaca tulisannya. Apalagi kamu yang membaca, orang yang sangat ia cintai.

Kelima, setialah kepadanya

Bukan tidak mungkin seorang penulis akan menulis kisah cintanya. Terlebih kisah kesetiaanmu padanya. Dengan itulah, ia mendapatkan inspirasi. (Ya, walaupun ketika kau meninggalkannya, ia tetap menulis kisahnya. Meskipun dengan meratap-ratap. Hoho.)

Keenam, saya kira sudah tidak ada lagi, Eliana. Atau ada pembaca tulisan ini yang mau menambahi.

Maka, Eliana pun pergi dengan wajah yang berseri dan aku bahagia. Sebab, sebelum kepergiannya, ia membayari kopi yang sudah aku pesan tadi. Terimakasih.