Teringat masa kecilku bersamamu, mengisi waktuku dengan cerita-cerita dan guyonanmu. Saat simbah yang masih kuat memboncengku dengan sepedanya, mengajakku ke pasar dan membelikan jajanan kesukaanku. Kadang pula di siang yang terik sering membelikanku es krim yang lewat di depan rumah, hingga malamnya aku terlelap oleh dongeng-dongeng yang membiusku. Beberapa kenangan tersebut masih terkenang dan tersimpan rapi dalam memori.

Tak ada foto ataupun video untuk menunjukkan kebersamaan itu, sampai pada akhirnya sebuah carita sederhana yang mampu aku sampaikan. Kebersamaan yang sebenarnya adalah bagian dari kenangan dan kebahagiaan yang tak mungkin kulupakan. Terimakasih kakek telah menjadi bagian dari masa kecilku yang berharga, sekarang aku hanya bisa berdoa dan berharap engkau bahagia disisiNya.

Menjadi Asisten Chefmu adalah profesi di masa kecilku

Teringat waktu dimana engkau masak sesuatu dirumah, orang pertama yang kau percaya mencicipi masakanmu aadalah aku, saat aku bilang enak itu pun sesuai dengan apa yang kakek rasakan. Sehingga setiap kali kamu masak sesuatu selalu mencariku untuk mencicipi masakanmu, sampai ibuku paham akan kebiasaan itu. Terlihat lucu memang, saat seorang kakek bersama cucunya berdua di dapur, terlihat sebuah keakraban yang sulit dilukiskan

Selalu ada agenda jalan-jalan di akhir pekan

"Le, ayo melu mbah."

"Teng pundi mbah ?"

"Wes melu ae, ngko lek ngerti"

"Nggeh mbah"

Akhir pekan selalu menjadi waktu kami untuk bersama, entah itu sekedar jalan-jalan, beli jajanan di pasar, atau ke rumah teman. Bersama dengan sepedanya, aku duduk tenang di belakangmu. Menyusuri tempat-tempat yang belum aku ketahui dan mendengarkan cerita-cerita yang engkau sampaikan selama perjalanan.

Advertisement

Pengalamanku pertama masuk sebuah mall juga aku alami bersamamu, hingga sempat beberapa kali aku minta lagi untuk di temani. Mungkin kebahagiaan dariku menjadi kepuasan tersendiri bagimu, sampai-sampai mbah rela member waktu untuk menuruti keinginanku.

Sawah adalah tempat yang menjadi saksi bisu bersamamu

Taukah kamu buah ceplu’an? Sesuatu yang sering aku temukan di sawah ini mirip sekali dengan buah kersen, hanya beda bentuh pohon dan rasanya saja. Entah itu disebut buah atau makanan apa, yang terpenting benda itu telah menjadi salah satu saksi kebersamaanku bersama kakekku. Apalagi saat dulu ada kambing gembalaanmu, aku begitu senang menggiring dan mengkutimu bersama kambing-kambing itu.

Tak jarang pula di sawah mbah mencarikan aku tebu dan mengajariku menerbangkan laying-layang. Meski terkadang panas terik jadi rintangan, mbah selalu jadi teman untuk melakukan kesenangan-kesenangan sederhan tersebut.

Cerita –cerita yang menginspirasiku untuk lebih mengenal dunia

Salah satu yang aku tau dari kakek adalah suka akan berpergian jauh ke tempat-tempat yang aku tak tau di mana itu. Jika sekarang, aku bisa menyebutnya seperti travelling. Beberapa foto yang pernah kau tunjukkan membuatku terinspirasi untuk melakukan perjalanan sendiri di suatu saat nanti dan syukurlah aku sudah melakukannya saat ini. Kakek bercerita dengan detailnya, mulai dari awal perjalanan, kesan waktu sampai tujuan, hingga pulang tak membuatku bosan mendengarnya.

Saat aku sendiri engkau yang pertama menemani

Rumahmu yang masih bersebelahan dengan kediaman orangtuaku membuatku sering berjumpa denganmu, bahkan terkadang aku sering tidur di rumahmu. Maklum, saat kecil orang tuaku yang sibuk bekerja membuatku sendiri dan kakeklah yang mengusir kesendirian tersebut.

Berdua bersama di rumah melakukan beragai aktivitas, mulai dari masak, makan, sampai aku tertidur pulas. Semua hal itu sering aku lakukan bersamamu, sebuah masa yang tak akan terulang dan hanya bisa jadi kenangan.