Tak terasa sudah 4 jam perjalanan menuju salah satu pantai di Yogyakarta, sudah menjadi tugasku sebagai Tour Guide untuk wilayah Gunungkidul dan sekitarnya. Lumayan untuk menambah keperluan kuliahku. Kali ini momentnya berbeda ,Aku private tour dengan Ina,teman dekatku. Persahabatan kami sudah terjalin sejak awal SMA,namun kami berpisah aku mesti lanjutkan studi Di kota pelajar ini, sedangkan Ina tetap di ibukota. Penampilan nya kini berubah,apa karena Arus mode yang berubah ubah. Ina yg sedang liburan semester. Memang sudah lama kutunggu datang kemari , mungkin aku rindu atau hanya manipulasi perasaan saja. Pesona Alam Yogyakarta memang indah nyatanya, "Jauh-jauh dari jakarta mau lihat Sunset". begitu katanya, Sudah sedari lama ku doktrin ina dengan foto-foto Pariwisata di jogja yang kukirim ke messenger nya . Sehingga Ina pun Semangat sekali menuju pantai. Walau ia mesti membantuku mendorong motor tuaku yang terkadang muncul penyakitnya. Menunggu sunset datang kami menyusuri pantai , ngobrolin tentang satu sama lain, tak lupa berselfie ria , Ina berlari ke tengah pantai , ku amati ia berlari , berputar lalu tersenyum , langkah kakinya kecil menapak lincah ."dalam pikirku Apa ini Skedar rindu yang kurasa " Dan tak henti-hentinya ia berdecak kagum akan keindahan pantainya. Dan saat kita berdua berada di pasir yang berbukit , sang fajar pun mulai mempersiapkan Kepergiannya . . (Sejenak Perhatian kami tertuju melihatnya) "Ini matahari terbenam yang sangat Indah yang pernah gue liat " Thanks yaa. Bakal gue simpen terus di memori handphone gue ''Ucap ina sambil mengabadikan moment itu.' Setelah puas memandang pantai yang semakin lama berubah gelap, kami pun bergegas kembali. Tak disangka Ina bertemu teman-temannya yang kebetulan menuju pentai yg sama, Ina berlari menuju teman-temannya. . .(beberapa saat) Setelah kudekati , kedua teman Ina memandangiku dari ujung kaki sampai ujung rambut, Seraya ia berkata . Ini temen lo Na?? "Sedikit tidak percaya" Ina menjawab " emm emhh , enggak bukan -bukan gini tadi gue pake tour guide buat keliling pantai . Oh iyaa ini mas bayaran. Sembari mengeluarkan uang Dan menaruhnya di tanganku. "Aku diam dalam pikirku , Haahh Ina?? " "Ayo guys kita Cabut yukk ,Ina pergi bersama kedua Temannya " . . . . Aku tertegun tak sampai bermenit-menit , langsung aku sadar . Bahwa Ina mungkin malu memperkenalkan aku dengan keadaan kemeja lusuh, berkulit coklat gelap dan tidak fashionable ini sebagai temannya. Dalam perjalanan pulang , aku tak banyak merenung . Sungguh tak dikira Ina yang selama ini kukenal baik , santun kini berubah. Persahabatan yang selama ini terjalin hilang rasanya, seperti jejak langkah kaki di pasir yang tersapu Arus air . Menjadi memori yang tidak dapat terlupakan.