Febuari lalu aku resmi menyandang mahasiswa semester 8 atau tepatnya mahasiswa semester akhir dan beberapa orang menganggap bahwa semester inilah puncak dari segalanya dimulai memikirkan judul tugas akhir yang biasa anak teknik menganggapnya sebagai skripsi kemudian proposal sampai penelitian/penyusunan tugas akhir dan mungkin bukan itu saja yang menjadi beban di pundak, memikirkan setelah lulus akan kerja dimana? Kerja seperti apa? Bakal keterima gak yah? Atau memulai bisnis, bisnis apa yang akan dilakukan ?

Hal-hal seperti ini kadang jadi pemikiran keras. Wajar memang, disamping umur yang dikategorikan dewasa meminta sesuatu pada orang tua bukanlah hal yang biasa lagi. Ada rasa malu di hati, ada rasa sudah saatnya memberi setidaknya keinginan untuk menjadi kebanggaan keluarga selalu ada di hati.

Sebenarnya ketika itu niatan untuk mengajukan proposal judul sudah terfikirkan di semester 7 bulan desember tahun lalu, namun entah memang aku yang malas atau banyak alasan niatan itu urung aku lakukan dengan dalih sibuk mengumpulkan tugas kuliah dan dihadapkan pada ujian akhir semester (UAS) ketika itu. Januari dihadapkan pada liburan semester ganjil, akhh sudah lah terlewatkan dengan dalih dosen libur aktivitas kampuspun libur alasan yang ketika itu muncul untuk kembali mengurungkan nyusun proposal judul hahahaha.

Memasuki bulan febuari disibukan dengan mengikuti kegiatan kampus yaitu kuliah kerja-nyata mahasiswa (KKM) dimana kegiatan dilakukan selama satu bulan full , orang pada senang dengan adanya kegiatan itu aku ketika itu yang belum menyelesaikan proposal menyalahkan keadaan dengan menggerutu kenapa kegiatan ini di lakukan di bulan ini dan berfikir ketika itu “Ini deadline tidak bisa di tunda lagi”.

Dengan alasan sibuk kegiatan selama kkm proposal pun mengalami delay. Maret april disibukan dengan masih adanya kuliah ketika itu dan permintaan data ke perusahaan terkait dengan penelitian yang akan di lakukan dan pada akhirnya seminar proposal judul di lakukan di bulan Mei.

Advertisement

Juni dengan segala kemalasannya mempelajari metode yang di pakai penelitian membuatku menyerah pada keadaan, haduhh maafkan anakmu ini, Mah, Pah. Mempelajari metode ini memang butuh waktu 3 minggu menurut dosen pembimbing, yang terjadi bapak 3 minggu saya butuh berapa minggu pak? Tanyaku di hati ketika itu. akh sudah lah memang akunya yang malas.

Tiba waktunya sidang skripsi bulan juni, teman-teman yang satu jurusan satu angkatan belum ada yang mendaftar karena memang ada salah satu syarat di kampusku yang memaksa mereka untuk tidak mendaftar di bulan juni dan untuk bersabar ikut di bulan agustus.

Melihat temen-teman dari jurusan fakultas lain yang telah mendaftar serempak pada saat itu banyak status di sosmed yang minta di lancarkan sidangnya. Lagi-lagi kecemburuan pun datang dan rasa penyesalan begitu melekat “kenapa gak dari dulu” yah syudahhhh lahh

Aku yang punya waktu kurang 1 bulan lagi untuk ikut daftar prasidang (ujian sebelum sidang skripsi) sebagai syarat untuk ikut sidang skripsi dan wisuda september kini hanya angan belaka.

Aku yang masih berkutat pada metode yang belum beres aku pelajari, pengolahan data, perbandingan metode, analisa dan masih banyak lagi yang belumnya kini hanya bisa “Sudahlah… lanjutkan tugas akhirmu” dan sekarang aku bertekad untuk menyelesaikan Tugas akhir ini dalam waktu 2 bulan dan ikut sidang di bulan berikutnya. Biarlah gak ikut wisuda bulan september yang terpenting lulus di tahun ini.

Kepada orangtuaku maafkan anakmu ini ketika banyak orang di sekitar mulai menanyakanku dan kalian jawab masih kuliah tingkat akhir sekali lagi akan aku tuntaskan studiku dan lulus dengan segera..