Barangkali kau bertanya, mengapa Aku tak pernah menyapamu, atau membalas pesan-pesan yang kau kirim setiap hari dengan rutin, hingga akhirnya kau mungkin mulai lelah dan memilih untuk menyerah. Bukan, bukan karena aku membencimu, atau tak suka padamu,atau bahkan lebih tragisnya lagi kau berfikir Aku ini angkuh. Akan tetapi ketahuilah, bukan semua itu alasanku. Kau tahu kan, salah satu iman dalam diri seorang wanita adalah menjaga rasa malunya. Iya aku malu, malu jika diri ini masuk dalam pusaran angan semu, terjebak dalam perbuatan yang dimurkai Rabbku. Jika semua perasaan-perasaan spesial yang kumiliki telah habis terkupas, lalu apa lagi yang masih tersisa??

Aku tak ingin menjadi budak-budak rasa. Aku ingin belajar menjadi jiwa merdeka yang siap menerima segala takdirNya. Yang pahit atau yang manis, jadi maaf, jika caraku memperlakukanmu berbeda dengan gadis-gadis lain yang kau temui di luar sana. Jika kau ingin pergi karena aku tak sesuai yang kau harapkan, silahkan! Aku sudah diajarkan bahwa saat Allah menjadi tumpuan segala harap, semua akan baik-baik saja. Pasti.

Jika dengan cara seperti itu, mungkin akan membuatmu membenciku, aku terima!

Jika dengan mengikhlaskanmu, Aku menjadi pribadi yang lebih baik, Aku terima! Jika menjauhimu mendekatkanku pada kasih sang Khaliq, Aku terima! Tahukah kau, Aku sedang menata hati, juga rasa, agar tujuanku hanya pada Robbku. Agar tempat berharapku hanya padaNya. Aku tidak ingin berharap kepada hambaNya yang tak bisa memberikan harapan apa-apa, sebab aku tak mampu kecewa untuk kesekian kalinya. Aku hanya menghajatkan cinta kepadaNya. Hanya kepadaNya.

Bukankah cinta sejati tidak pernah bergantung pada kepemilikan? Apalagi pada ikatan atas nama pacaran, iya kan? Mari kita berpisah baik-baik, Aku tahu tak ada perpisahan yang manis, karena setiap perpisahan pasti akan menanamkan luka pada para pecinta. Cara satu-satunya untuk mengobati hanyalah berkeyakinan sepenuh hati pada Qadar Illahi bahwa Ia telah mempersiapkan orang baik untuk mereka yang tak pernah berhenti memperbaiki diri. Namun ketahuilah saat kita memutuskan berpisah karena Allah, jika memang engkau pemilik tulang rusukku, selama apa pun kita berpisah, sejauh apapun jaraknya tetap akan bersatu jua. Dan jika disini aku menanti semoga Engkau disana menjaga. Namun andaikata dunia tak juga mempertemukan semoga surga mempersatukan. Karena sejatinya jodoh itu tak pernah rumit, ia selalu sederhana, datang dengan cinta.