Semoga perkenalan kita bukan sebuah dosa ya, sungguh bukan itu yang ku inginkan. Kau wanita baik, sepantasnya lelaki yang mendampingimu adalah lelaki yang terbaik dan bukan aku pastinya. Sejak awal perkenalan bukankah kau tau siapa aku?

Tak ada sedikitpun niatku untuk menyeret mu masuk kedalam lingkaran ini, lingkaran yang tak akan pernah kita jumpai ujungnya. Namun nyatanya aku tak bisa memungkiri perasaan ku, aku mulai jatuh hati padamu, tapi apakah masih pantas? Disaat untuk menyimpan perasaan pada mu saja sudah merupakan dosa bagiku.

Aku paham betul perasaanmu, aku tahu memang harus aku yang mengakhirinya seperti permintaanmu dulu. Dan sekarang saat aku harus menyudahinya, aku melihatmu terluka teramat dalam. Taukah kau dengan segenap hatiku aku berusaha agar kau membeciku. Apa kau tidak mendengar perkataan teman temanmu tentang ku ?

“Dia lelaki tak baik, dia bahkan menduakan istrinya kau pikir dia tak akan bisa menduakanmu?”

Sahabat dan keluargamu tentu tak akan merelakanmu untuku, begitupun aku. Aku tak pantas untukmu. Memang benar aku pernah sangat menginginkanmu, memang benar aku pernah bermimpi untuk suatu saat bisa hidup bersamamu, memang benar aku ingin mendampingi hidupmu.

Advertisement

Tapi dengan pasti aku tau aku tak bisa melakukan itu. Aku harus tetap disampingnya sebagai bukti tanggung jawabku sebagai lelaki. Aku harus tetap mendampinginya sebagai tugasku membesarkan putri kami. Dan permintaanku padamu, kau harus berbahagia dengan lelakimu

Mengertilah aku tak ingin orang lain memandang buruk padamu. Oleh karena itu aku dengan keyakinan penuh memutuskan mengakhirinya.. karena aku menyayangimu, aku ingin melihat kamu berhasil, aku ingin melihat kamu bahagia nanti dengan yang lain.