Di masa lalu, aku pernah terjebak akan banyak cinta. Di antara cinta-cinta itu, tak selamanya berakhir tulus dan mulus. Ada saja problema antar manusia yang pernah mengiringi kisah hidupku dan cintaku. Entah itu perselingkuhan, kebohongan, ketidakjujuran, hingga sekedar memanfaatkanku saja. Semuanya membawaku pada asmara yang hanya mimpi dan semu. Tapi semuanya jadi jauh berbeda ketika aku menemuimu.

Ketika yang lain berpikir tentang apa yang didapat dari cinta, kamu membuktikan apa yang bisa kamu berikan untuk cinta.

Wanita lain mengatakan, "Jika kamu ingin mencari pendamping hati, maka carilah dia yang akan memperjuangkan kamu sepenuhnya. Sebab itu artinya dia amat membutuhkanmu." Benar saja. Pepatah itu bukanlah isapan jempol. Banyak pria yang kuamati begitu. Mereka adalah orang-orang yang selalu mampu membuat pasangan wanitanya bahagia karena terus diperjuangkan. Tapi apakah aku mampu menemukan yang seperti itu?

Kemudian Tuhan menggerakkan kuasanya melalui kamu. Semula, aku tidak benar-benar peka pada apa yang kulihat darimu. Aku pikir kamu sekedar berkelakar ingin menjadikanku milikmu. Tapi sungguh yang terjadi di luar daya pikirku. Kamu selalu mampu membuatku tertawa bahagia lewat guyonan dan polah konyolmu. Kadang aku tersenyum tanpa sadar sebelum tidur karena pesan singkat yang kamu kirimkan padaku.

Seperti tak cukup, kamu juga selalu memberikanku banyak kejutan tak terduga secara tiba-tiba. Bagimu, kejutan bukan hanya di hari ulang tahun saja. Setiap hari pun, seorang pria sangat layak memberi kejutan kepada yang ia kasihi. Tentu saja, tujuannya untuk menunjukkan kesungguhan hatinya.

Buatmu, cinta bukanlah berapa banyak bilang sayang dalam sehari. Melainkan bagaimana kamu membuktikan bahwa cintamu itu riil.

Walaupun aku sempat ragu karena takut memulai cinta baru, dalam diam aku mengamati. Kamu bukanlah pria yang setiap detik, menit, jam, atau kesempatan apapun sering mengatakan cinta. Tidak! Kamu bukanlah pria pengumbar kata "I love you" atau "Aku cinta kamu". Kamu bahkan terbilang sangat pelit untuk sekedar menyatakan tiga kata tersebut.

Advertisement

Namun di balik itu semua, aku menyakini ada kesungguhan yang sudah kamu rancang. Ya, kamu merancang kesungguhan demi bisa bersamaku lima puluh tahun lagi atau lebih. Bahkan selamanya. Kamu membuktikan bahwa cinta bukanlah umbaran kata, melainkan bukti nyata yang bisa lebih divalidasi dibanding janji-janji. Bagiku, ini semua cukup untuk menghapus keraguan. Aku tak akan bisa lagi menolak bermasa depan dengan kamu saja.

Aku tak bisa memberikan apa-apa untuk membalasmu. Hanya kepercayaan dan cinta ini saja yang bisa kamu bawa sampai nanti.

Terimakasih, priaku. Aku teramat bangga memilikimu yang telah menjuarai hatiku tanpa banyak kata.