Sudah terlalu lama aku menyimpan rindu padamu pemilik hati yang lama telah pergi. Rindu yang kian lama kian membelenggu, mengalir dan mewangi dalam aliran darah Aku rindu saat-saat dimana aku melihatmu dari sudut kelas yang tidak bersahabat. Aku menatapmu dari celah sempit yang terhalang teman, karena aku takut kaupun melihatku. Aku rindu melukis wajahmu dalam Ingatanku. Aku ingat bagaimana senyum itu terlempar manis dihadapanku. Bagaimana kesalmu tergumam dari bibirmu.

Aku juga ingat marahmu yang membuat seisi kelas terdiam karena teriakanmu.

Bahkan tangismu selalu terbayang, disaat dunia mengabaikanmu, disaat itu aku ada disampingmu kan? Aku takkan lupa saat dimana aku bisa merasa bebas memandangmu, menatapmu manakala kau berlagu didepanku dengan suaramu membuatku semakin terbelenggu.

Aku tak akan lupa akan apa yang kita lalui bersama.

Saat-saat indah yang mungkin hanya bisa kukenang. Bahkan aku ingat saat saat memalukan yang sejujurnya ingin kulupakan. Apa kamu masih ingat bagaimana kamu mengacuhkanku saat itu? Di saat kata cinta terucap dari mulutku. Padahal aku jelas jelas meyakinkanmu. Tapi entah kenapa aku tak melihat sosokmu lagi setelah hari itu, saat dimana tiba tiba kamu mengabaikanku tanpa satu alasanpun terlontar dari mulutmu. Harusnya kamu tau, saat seperti itu membuatku nyaris menyerah. Dan kini aku tak tahu apa kabarmu? Bagaimana kisah dan ceritamu? Seperti apa ruang yang jauh di lubuk hatimu? Aku hanya bisa mengingatmu, mengucap doa dalam sujudku, menatap cermin masa lalu, Dan menikmati rindu yang nyaris membunuhku Ya, aku rindu Jikalau kamu membaca rintihan ini,

Advertisement

Jawablah dengan hatimu "Apakah kamu merindukanku?"