Hai, para cowok! Setiap hari tentu kamu menggunakan celana dalam, kan? Meski setiap hari kamu pakai, tapi bisa jadi seumur hidupmu, kamu hanya sebatas bisa menggunakannya saja tanpa tahu bagaimana sejarah celana dalam tercipta.

Nah, untuk menambah pengetahuanmu atas barang yang selalu kamu pakai setiap hari ini, Hipwee Style pun akan mencoba menilik sejarah dari celana pamungkas tersebut. Yuk, disimak!

Sudah disepakati oleh para sejarawan jika cawat merupakan bentuk pertama dari celana dalam

celana dalam zaman dulu~ via wallpart.com

Keberadaan celana dalam yang sudah ada sejak 7.000 tahun silam ini rasanya terus berkembang. Perkembangan itu pun tentu nggak lepas dari bagaimana sejarahnya semua tercipta. Para sejarawan pun telah menyepakati jika cawat dengan bentuk yang begitu sederhana merupakan celana dalam pertama yang ada di dunia. Pada mulanya, cawat digunakan untuk menghangatkan bagian tubuh di cuaca yang dingin. Selain itu cawat juga dipakai untuk menjaga kebersihan organ intim dan menjaganya agar terhindar dari luka-luka.

Pada masanya dulu, celana dalam pun turut menentukan kelas sosial seseorang

menentukan kelas seseorang. via fanda.nova.cz

Advertisement

Celana dalam berbahan wol menjadi yang paling umum digunakan pada era kejayaan Yunani dan kekaisaran Roma. Selain itu, kain sutra pun turut dijadikan celana dalam untuk menandakan ‘kelas atas’ bagi para penggunanya. Salah satu tokoh besar yang membuat celana dalam menjadi sebuah barang yang populer adalah Tutankhamun. Ia adalah Raja Mesir (1341-1323 SM) yang kemudian dikubur dengan mengenakan beberapa celana dalam berbahan liner. Wooow!

Di abad pertengahan, celana dalam pun mengalami perkembangan menjadi lebih longgar daripada era sebelumnya

dibuat semakin mengikuti masa. via es.aliexpress.com

Memasuki abad pertengahan, cawat mulai digantikan dengan celana dalam yang panjangnya kira-kira sampai pada setengah betis. Cara penggunaannya pun berbeda, jika sebelumnya harus diikat dan dilingkarkan ke sekujur pinggang, di masa itu hanya cukup menggunakannya dengan cara yang dipakai hingga kini.

Sampai di abad ke-15, celana dalam pun menjadi semakin tebal dan semakin nyaman digunakan

semacam boxer. via www.timarco.com

Masuk pada abad ke-15, celana dalam berkembang menjadi semakin tebal, pendek, serta dilengkapi dengan kancing di bagian depan. Dengan perkembangan itu pun para cowok nggak lagi repot membukanya ketika hendak buang air. Ternyata, perkembangan itu terjadi bukan tanpa alasan. Hal itu disebabkan karena Raja Henry VIII dari Inggris mengidap penyakit Sifilis. Penyakit itu mengharuskan kelaminnya ditutup oleh perban, sehingga ia membutuhkan celana dalam yang mudah digunakan.

Saat zaman industri mulai masuk, orang-orang pun berhenti membuat celana dalam sendiri dan mulai membelinya di toko

long john zaman dulu~ via www.manslife.gr

Saat mesin pemintal berhasil ditemukan oleh James Hargreaves pada abad ke-18, pakaian dengan bahan katun pun mulai diproduksi secara massal, termasuk juga celana dalam. Pada saat itulah kemudian orang-orang berhenti membuat celana dalam sendiri dan mulai membelinya di pasaran.

Nggak berhenti di situ saja, perkembangan berikutnya ada pada abad ke-19. Yap! Celana dalam diproduksi dengan ukuran panjang dilengkapi dengan kancing di bagian kemaluan. Celana itu pun kemudian dikenal dengan nama ‘Long John’.

Memasuki abad ke-20 desain celana dalam pun menjadi sebuah hal yang begitu diperhatikan

semakin kekinian~ via id.pinterest.com

Banyaknya produsen di awal abad ke-20 membuat perkembangan industri semakin kompetitif. Hal itu membuat desain atau model dari celana dalam semakin diperhatikan. Itulah yang kemudian menjadikan celana dalam berkembang pesat dan memiliki banyak model, seperti yang sering kamu jumpai atau bahkan kamu kenakan hari ini. Nggak bisa dipungkiri lagi jika celana dalam memiliki sejarah yang panjang.
Begitulah kira-kira sejarah celana dalam yang coba Hipwee rangkum menjadi satu. Mulai sekarang, jangan asal pakai saja, ya, mengenali sejarahnya akan buat kamu bisa menghargainya. Oiya, jangan lupa untuk terus menjaga kebersihan celana dalammu, ya, Boys. Nggak cuma kamu yang butuh bersih dan sehat, kelaminmu juga. 🙂