Sebagai generasi muda yang hidup di era informasi, kamu tentunya gak mau ketinggalan dengan perkembangan dunia. Ini bukan buat gaya-gayaan; mengasah kepiawaianmu dalam hal teknologi bisa meningkatkan kapasitasmu sebagai mahasiswa dan kualitasmu sebagai seorang profesional.

Keterampilan di bidang teknologi harus rutin diasah seiring waktu. Menurut riset, nyaris sepertiga pengetahuan serta informasi dari dunia teknologi tak akan relevan lagi setelah satu tahun. Tapi jangan khawatir: kemampuan-kemampuan di bawah ini akan tetap relevan untuk jangka waktu yang lama di masa depan. Sukses mengembangkannya, gak perlu lagi merasa dirimu gaptek di hadapan teman-teman atau atasan di tempat kerja.

1. Pada masa di mana semua orang bisa mempublikasikan tulisan, blogging dan content writing adalah keahlian yang harus terus kamu kembangkan.

Blogging via linktons.com

Pada masa di mana semua orang bisa mempublikasikan tulisan, persaingan memperebutkan pembaca sangatlah ketat. Karena itu, kamu harus bisa memastikan bahwa kemampuan menulismu selalu lebih baik dari rata-rata.

Mulailah berlatih menulis di blog atau situs pribadimu. Agar banyak yang membaca, jangan hanya terpaku pada tulisan-tulisan yang lebih mirip diary. Pastikan bahwa orang yang menemukan situsmu lewat Google juga bisa mengerti konteks tulisan-tulisanmu dan menikmatinya. Untuk itu kamu harus membuat sesuatu yang informatif, bermanfaat, mengena di hati pembaca.

Advertisement

Tantangan terberatnya adalah bagaimana cara mengemas tulisanmu agar menarik perhatian. Pertimbangkanlah untuk membuat tulisan-tulisan yang sangat pop dan menghibur agar banyak orang tertarik membaca situsmu. (Rangkuman penelitian atau hasil riset tentu bermanfaat, tapi apakah itu yang paling menarik perhatian orang?) Nah, keahlian untuk ‘mengemas’ tulisan menjadi menarik untuk banyak orang inilah yang mesti kamu kembangkan di samping kemampuan tulis-menulis konvensional. Memang, jadi penulis di zaman sekarang itu tak cukup hanya bermodal kosakata yang luas dan tata bahasa yang sempurna.

2. Akrabi juga teknologi cloud computing. Dengan ini, tak perlu lagi takut datamu hilang gara-gara hard disk yang rusak atau kena virus.

Kerja di mana aja via readwrite.com

Komputasi ‘awan’ memungkinkan kamu untuk memiliki kantor digital di belantara internet, karena ide utamanya adalah menyimpan semua data digital kamu (.doc, .ppt, spreadsheet, foto video, dan lain-lain) sehingga kamu dan rekan bisa berkolaborasi dari lokasi masing-masing. Selama kamu dan teman-teman terhubung dengan internet, jarak bukan masalah lagi berkat cloud computing.

Menurut laporan media cloud computing bakal menjadi sesuatu yang lebih dekat dengan hidup kita sepanjang tahun 2015. Kenapa? Karena ongkos produksi dan transportasi yang harusnya kita keluarkan untuk menyimpan data bisa terpangkas hingga sebesar 90% melalui cloud computing. Saat ini saja kita udah terbiasa menyimpan surat eletronik pada inbox, menyimpan artikel yang hendak dibaca nanti, dan membuat album foto di Facebook. Itu merupakan perilaku sederhana pemanfaatan teknologi ‘awan’. Dengan ini, seorang fotografer bisa menyimpan proyek fotonya di awan untuk diedit dan di-review oleh kliennya dari luar negeri. Seorang editor juga bisa menyunting manuskrip dari rumah saat dia berhalangan pergi ke kantor. Hidup jadi lebih mudah ‘kan?

3. Dari situs-situs gratis kamu juga bisa belajar cara membuat aplikasi mobile

Belajar bikin app via www.idtech.com

Kamu yang berkecimpung dalam dunia usaha harus mempertimbangkan untuk membuat dan memasarkan produk kamu secara mobile. Bisnis kamu yang udah sering bersentuhan sama internet bisa makin ramai kalau kamu mau terlibat dengan penggunan/pelanggan secara mobile. Apapun jenis usaha kamu, entah itu online shop, jasa pesan-antar, butik, hingga situs berita mesti mengimbangi mobilitas user/pelanggannya yang makin terbiasa mengakses (hampir) semuanya lewat ponsel, smartphone dan tablet.

Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang makin meningkat, bukan gak mungkin kompetitor terdekatmu mulai meraup keuntungan dari penjualan, pemasaran dan layanan mobile. Tapi jangan panik dulu, melalui situs seperti lynda.com dan Pluralsight kamu bisa belajar sendiri cara membangun aplikasi mobile. Yang bukan entrepreneur pun gak ada salahnya belajar karena siapa tahu bakal banyak orang yang datang untuk dibuatkan app.

4. Data dan statistik tak boleh lagi membosankan. Pelajari cara membuat infografis agar angka-angkamu bisa dibaca ribuan orang.

Infografis? via www.bruceclay.com

Mahasiswa pasti sadar kalau data yang mereka peroleh untuk tugas dan skripsi terus berlipat ganda dari tahun ke tahun. Sayangnya, kita terlalu sering memperoleh data dari sumber yang sama. Untuk mencegah dari keseragaman dari teman-temanmu, data yang kamu tampilkan gak semestinya berupa angka dan tabel aja. Harus ada kreativitas sekaligus efektivitas dalam menyampaikan data.

Visualisasi data yang melibatkan terobosan dan informasi baru dipercaya lebih efektif dalam menyampaikan detil-detil temuan daripada penyajian data yang terdiri dari angka, kata dan tabel aja. Bahagianya, kamu gak harus jago Adobe Illustrator atau Corel Draw untuk membuat infografis yang yahud. Dari 10 situs gratis ini, kamu bisa tampil sebagai bintang di kelasmu. Jika kamu sudah bekerja dan perusahaanmu perlu mempublikasikan data-data penting ke khalayak ramai, infografis yang menarik juga akan memudahkan data-data itu tersebar ke gawai-gawai ribuan orang.

5. Mempresentasikan diri di media sosial adalah skill penting. Jangan pernah berasumsi bahwa teman atau atasan tidak pernah “menguntit” timeline Twitter, Facebook, atau Path-mu.

Tampil baik di medsos via linktons.com

Ketika kamu udah terkoneksi pada layanan-layanan media sosial, seseorang bisa saja mengetik nama kamu di Google dan bang! Akun Twitter, Facebook, hingga LinkedIn langsung tampil di hasil pencarian. Bayangkan bagaimana kalau seseorang tersebut adalah calon atasan di kantor yang baru aja kamu lamar. Kalau apa aja yang kamu tweet dan unggah serta berpesta dimana kamu akhir pekan lalu bisa diakses oleh orang yang memutuskan kamu bisa bekerja atau nggak, tidakkah kamu merasa harus hati-hati dalam berbagi?

Itulah mengapa cara kamu membawa diri di khalayak media sosial juga mnerupakan skill yang penting zaman sekarang. Akun-akun media sosial kamu itu layaknya papan billboard di dunia maya yang bisa dilihat siapa aja. Semua tergantung padamu untuk menentukan pesan apa yang ingin kamu tulis pada billboard tersebut. Apakah kamu ingin terlihat profesional, rajin dan suka nge-share info bermanfaat? Atau kamu tetap pengen terlihat ugal-ugalan, suka bangun siang dan mengunggah foto-foto gak jelas?

Mengembangkan kemampuan-kemampuan di atas akan meningkatkan kualitasmu sebagai seorang individu. Jangan lupa untuk tetap mengasah kemampuanmu dari waktu ke waktu. Perkembangan teknologi yang pesat akan selalu siap mengantarkanmu mempelajari hal-hal baru.