Tadashi Yanai, pendiri perusahan retail Uniqlo ternyata punya kisah menarik dibalik kesuksesannya. Pria yang memiliki penghasilan sebesar 15,5 Miliar US Dolar ini ditetapkan sebagai orang terkaya nomor 1 di Jepang. Ia memiliki lebih dari 900 outlet Uniqlo di seluruh Jepang. Jumlah kekayaan tersebut akan lebih fantastis jika ditambah dengan pemasukan dari outlet Uniqlo diluar Jepang.

Kesuksesan Tadashi-san dalam membangun kerajaan bisnis tidak bisa dilepaskan dari usaha dan semangatnya untuk mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang ia alami. Mau tahu apa saja yang menjadi kunci kesuksesan Tadashi Yanai? Penasaran bagaimana caranya sampai dia bisa jadi orang terkaya di Jepang?

Sukses Karena Rela Dipaksa Mengikuti Kemauan Ayahnya

Tadashi Yanai via 4.bp.blogspot.com

Tadashi Yanai dilahirkan di Prefektur Ube, Yamaguchi, Jepang pada tahun 1949. Kecerdasannya mengantarkan dia ke Waseda University. Di universitas negeri ternama milik Jepang itu Tadahi-san mengambil jurusan Politik dan Ekonomi.

Namun, selepas lulus kuliah ia terpaksa mengikuti kemauan ayahnya untuk meneruskan Ogori Shoji, bisnis pakaian milik keluarganya. Mulai saat itu Tadashi mengurus toko kecil yang khusus melayani pembuatan jas untuk lelaki itu. Namun, didalam dirinya Tadashi selalu memiliki ambisi untuk merubah bisnis ini secara drastis. Dia tidak ingin hanya punya satu toko, dia ingin membangun kerajaan bisnis.

Hobi Jalan-Jalan Mendatangkan Kekayaan

Advertisement

Punya hobi traveling via 3.bp.blogspot.com

Sejak muda Tadashi Yanai sudah punya hobi traveling. Saat masih kuliah di Waseda dia mengambil kesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar ke Inggris. Kebiasaan ini terus berlanjut hingga ia lulus dan mengelola bisnis pakaian pria milik keluarganya.

Ide untuk mengubah haluan bisnis pakaiannya datang saat Tadashi jalan-jalan ke Thailand pada tahun 1985. Tadashi memang sengaja mendatangi Thailand untuk belajar mengenai market value. Dia terkagum-kagum melihat banyaknya pakaian kasual asal China yang dijual dengan harga murah. Tadashi pun memutuskan untuk merubah strategi bisnis.

Mulai saat itu ia merubah bisnisnya dari jas formal ke pakaian kasual, dan mendatangkan seluruh produknya langsung dari China. Dengan mengimpor bahan pakaian langsung dari Guangzhou dan Shanghai, biaya produksi dapat ditekan hingga 90% — sehingga barang bisa dijual dengan harga lebih murah ke konsumen.

Tips dan Trik Dari Tadashi Yanai Buat Anak Muda yang Mau Sukses:

1. Jangan Gampang Bilang Gak Bisa

Jangan gampang bilang gak bisa via www.tennis-navi.jp

Anak muda yang merasa gak punya jiwa bisnis, coba aja dulu. Dulu aku juga merasa gak cocok kerja di perusahaan atau jadi pengusaha. Setelah mencoba, aku malah menikmatinya. Makanya anak-anak muda jangan terlalu cepat memutuskan dia gak cocok sama sesuatu.

2. Selalu Cari Inspirasi Dari Manapun.

Tidak berhenti cari inspirasi via www.bloomberg.com

Kesuksesan Tadashi gak bisa dilepaskan dari inspirasi yang dia dapatkan saat traveling semasa muda. Kalau kamu bisa mengambil hal positif dari hobi yang satu ini, bukan gak mungkin kamu akan bisa sesukses Tadashi.

3. Gak Usah Malu Belajar Dari Pesaing

Selalu belajar dari pesaing via media.themalaymailonline.com

Tadashi membangun bisnisnya dari 0. Dia bahkan nggak tau gimana caranya bikin produk murah. Di awal mulai usaha, dia membangun kerjasama dengan Giordano untuk memproduksi barang yang akan dijual Uniqlo. Dia bahkan tidak enggan meniru sistem produksi GAP, yang sudah menjadi salah satu pemain terbaik di bidang retail.

4. Merantau!

Jangan ragu merantau via lifestyle.inquirer.net

“Biasanya anak muda merasa besar kepala dan sudah merasa paling bisa di tempat asal. Padahal kalau dia keluar rumah, belum ada apa-apanya. Merantau itu penting, supaya kamu bisa merasakan kompetisi yang sesungguhnya diluar sana” (wawancara dengan Tadashi soal ini bisa dilihat disini)

5. Kembangkan Usahamu Di Luar Zona Nyaman

Produk yang dijual sangat sederhana dan murah via www.highsnobiety.com

Tadashi-San mendobrak semua zona nyaman di hidupnya dalam upaya membangun kerajaan bisnis.

  • Dia melepaskan toko jas yang diturunkan keluarganya dan banting setir ke bisnis pakaian kasual.
  • Dia berani mengambil risiko untuk membuka cabang UNIQLO di banyak negara sekaligus. Hal ini amat berbeda dengan banyak perusahaan Jepang lain yang hanya “jago kandang”. Dalam percobaan pertamanya untuk going global, Tadashi langsung membuka 22 cabang Uniqlo di London plus 3 gerai di New Jersey.

6. Kalau Mau Sukses, Kamu Pasti Gagal. Tapi Bukan Berarti Kamu Nggak Akan Pernah Berhasil

Gagal berkali-kali via ocdn.eu

Perjalanan karir Tadashi-San jadi contoh sempurna bagaimana kegagalan itu selalu datang sebelum kesuksesan. Nggak percaya segagal apa Tadashi? Nih ya Hipwee paparkan:

  • Semua cabang Uniqlo diluar negeri pada awalnya gagal total. Dalam 1,5 tahun semua cabang Uniqlo terpaksa ditutup. Ini terjadi karena Uniqlo tidak memperhitungkan adaptasi ukuran produk mereka dengan badan orang asing.
  • Uniqlo sempat dipandang sebagai merk pakaian yang “paling nggak keren” dan “kuno banget” di Eropa dan Amerika.
  • Untuk mengatasi stigma itu Tadashi sampai harus membayar desainer terkenal dari Jepang dan Eropa untuk merevisi produknya biar kelihatan lebih “cool”.
  • Uniqlo malah memanfaatkan krisis finansial tahun 2008 untuk mengakuisisi dua perusahaan retail kelas atas, Theory dan Helmut Lang. Ini akan bermanfaat banget bagi upaya Uniqlo untuk menembus pasar Amerika dan Eropa.

7. Gak Usah Ikutin Trend

Melawan trend via media.npr.org

Tadashi-San membangun Uniqlo tanpa pernah mengikuti trend fashion. Dia mau bikin pakaian yang murah, bisa dipakai kapan saja dan cocok untuk semua orang. Gak peduli apa yang orang katakan bahwa ini ide gila di dunia bisnis pakaian, tapi keberanian Tadashi justru membuahkan hasil. Saat ini penjualan Uniqlo diseluruh dunia sudah bisa menyaingi produk fashionable seperti Zara dan H&M.

8. Belajar Bahasa Inggris

Penguasaan bahasa asing sangat penting via www.guiadoboleiro.com.br

Pesan Tadashi ini sebenarnya datang dari keprihatinannya melihat bagaimana anak muda Jepang gagap menghadapi globalisasi. Tapi kalau lihat kondisi di Indonesia pesan yang satu ini nampaknya juga pas kalau diterapkan.

“Salah satu kelemahan yang sering dihadapi oleh anak muda adalah kekakuan mereka menghadapi kebudayaan lain. Bahkan orang yang bisa ngomong bahasa Inggris aja enggan bicara. Hal ini sangat berbahaya dalam dunia global seperti sekarang. Kita (maksud Tadashi disini Jepang, tapi juga akan cocok kalau kamu ganti dengan Indonesia) punya segalanya. Orang-orang pintar, teknologi, modal, anak muda yang serius dan pekerja keras. Terus kenapa kita harus lemah di persaingan global?”

Setelah membaca bagaimana Tadashi membangun kerajaan bisnisnya, gimana menurutmu? Nggak ada hal yang nggak mungkin kan, kalau kamu punya niat yang besar? Semua hobi bisa dirubah jadi pintu masuk menuju kesuksesan.